edisiana.com – Ada catatan menarik rivalitas City dan United di Manchester. Sir Alex Ferguson yakin tetangganya tidak bisa menyamakan United. Sampai kapan pun. Tapi ternyata tuahnya tidak terbukti.
Ferguson duduk di belakang meja di gedung akademi Manchester United. Di sebuah ruang di bawah dindingnya terpasang berbagai foto pemain yang telah membantunya membangun kerajaannya.
Ferguson lalu ditanya apakah City akan mendominasi Liga Inggris, dan apakah klubnya sendiri akan menghadapi tetangga mereka sebagai underdog.
“Tidak seumur hidup saya,” jawab Ferguson, dengan wajah selurus Deansgate seperti dilansir Daylimail pada Sabtu ini.
Saat itu tahun 2009, United dan City benar-benar berdampingan, tempat latihan mereka. Berdesak-desakan untuk mendapatkan ruang latihan di Carrington, sebidang tanah luas yang terletak tak jauh dari jalan raya M60 di barat daya Manchester.

Saat Ferguson berbicara hari itu, para pemain City hampir bisa mendengar semua dengan nada meremehkan dari balik pagar. Sekarang City tinggal di istana sepak bola mereka yang luas di sisi lain kota. Sebuah kuil yang dibangun oleh uang Abu Dhabi yang jauh lebih cepat daripada yang diduga Ferguson.
Dan sekarang memantapkan posisinya sebagai kekuatan dominan sepak bola Inggris.
United mempertanyakan legitimasi investasi di mana kesuksesan modern City telah dibangun, tetapi hal yang benar-benar membuat mereka mendidih adalah akumulasi trofi yang terus-menerus mengubah Manchester dari merah menjadi biru. Tujuh gelar Premier League, dua Piala FA, enam Piala Liga.
Ternyata Ferguson menyangkal bertahun-tahun yang lalu. Dua hari setelah dia berbicara, United mengalahkan City 4-3 di Old Trafford dalam pertandingan derby yang mendebarkan. Tapi City datang dan jauh di lubuk hati dia tahu itu.(maq/bersambung)











