edisiana.com – Christophe Galtier dipastikan tamat sampai akhir musim ini. Kendati Paris Saint-Germain meraih gelar liga Prancis ke-11 tetap akan dipecat.
PSG sudah mengeluarkan daftar nama pelatih baru yang menggantikan Galtier. Mulai dari pelatih Lens Franck Haise, Igor Tudor dari Marseille, Pascal Gastien dari Clermont, Paulo Fonseca dari Lille sampai dengan Philippe Montanier dari Toulouse.
Hal yang sama terjadi pada pendahulunya Mauricio Pochettino, yang memimpin PSG menyamai rekor gelar liga ke-10 musim lalu. Tapi tidak berhasil dan kemudian dipecat.
Mengingat tingginya ekspektasi yang bintang yang bermain di PSG, menjuarai Liga Prancis, tidak cukup untuk membuat musim menjadi sukses.
“Ini mengejutkan dan entah bagaimana juga tidak adil,” kata mantan pelatih Prancis Raymond Domenech, seperti diberitakan surat kabar L’Equipe.
Menurutnya, pemutusan untuk pemecatan ini tidak sesederhana itu saja. Sebab, membimbing pemain bintang tersebut tidak mudah. Apalagi di pertengahan musim ada Piala Dunia.
Turunnya performa PSG ini, tambahnya setelah Lionel Messi membawa Argentina meraih juara dunia. Dan membawa efek kepada Mbappe dan Messi setelah itu.
Lens mengalahkan PSG pada malam Tahun Baru, memberi tim Galtier kekalahan pertama musim ini. Dan sekaligus memicu serangkaian penampilan buruk yang memuncak dengan eliminasi kedua berturut-turut dari babak 16 besar di Liga Champions.
PSG telah kalah sembilan pertandingan di semua kompetisi pada 2023. Dan ini menjadi rekor terburuk yang berujung pada kepergian Galtier, meski kontraknya berjalan hingga akhir musim 2024.
Terlepas dari suasana yang tidak sehat, Galtier mampu menjaga PSG tetap memimpin dan sekarang tampaknya siap membantu timnya menjadi klub pertama yang menghabiskan seluruh musim di puncak.
PSG, yang bermain di Auxerre pada Senin dinihari nanti. Dengan unggul enam poin atas Lens dengan tiga pertandingan tersisa. Kemenangan akhir pekan ini akan mengamankan gelar jika Lens tidak bisa mengalahkan Lorient.
“Di antara skuat saya, saya melihat pemain yang ingin menjadi juara Prancis. Tapi Lens tidak menyerah dan kami tetap berada dalam jangkauan,” kata Galtier dikutip dari Daylimail.(maq)











