edisiana.com – CEO Bayern Oliver Kahn mengatakan performa Bayern Munich turun setelah Piala Dunia di Qatar. Dan sekarang pun hanya berada di posisi dua klasemen di Bundesliga.
Menurut dia, awalnya klubnya yakin Julian Nagelsmann dan berharap dia bisa melatih sampai jangka panjang.
“Tapi sekarang kami telah sampai pada kesimpulan bahwa kualitas dalam skuat kami – terlepas dari gelar Bundesliga tahun lalu – semakin jarang muncul,” tambah Kahn dikutip dari BBC pada hari ini, Sabtu, 25 Maret.
“Setelah Piala Dunia, kami bermain kurang sukses dan kurang atraktif. Fluktuasi besar dalam performa telah meragukan tujuan kami untuk musim ini. Tapi juga tujuan kami untuk masa depan,” jelasnya.
“Itulah mengapa kami bertindak sekarang. Secara pribadi dan atas nama Bayern, saya ingin berterima kasih kepada Julian dan tim kepelatihannya, dan berharap yang terbaik untuk semua orang di masa depan,” sambungnya.
Nagelsmann bergabung dengan Bayern setelah sempat melatih RB Leipzig dan memenangkan liga dengan selisih delapan poin di musim pertamanya sebagai manajer.
Pelatih 35 tahun itu juga memimpin tim untuk memenangkan Piala Super Jerman berturut-turut.
Tapi kekalahan 2-1 dari Bayer Leverkusen pada hari Minggu membuat mereka hanya meraih lima kemenangan dari 10 pertandingan liga terakhir.
Saat ini asisten pelatih Dino Toppmoller, Benjamin Gluck dan Xaver Zembrod juga telah meninggalkan klub.
Sementara Tuchel memenangkan Liga Champions bersama Chelsea pada Mei 2021 – salah satu dari tiga trofi yang dimenangkan dalam 20 bulan di Stamford Bridge.
Tuchel lantas terpilih sebagai Pelatih Terbaik Dunia setelah musim itu. Namun pelatih asal Jerman itu, yang juga mantan Borussia Dortmund dan Paris St-Germain, dipecat pada hari ke-100 pemilik baru Chelsea Todd Boehly.
Akibat menyusul kekalahan 1-0 dari Dinamo Zagreb di Liga Champions.
Tuchel akan menjalani laga perdananya saat Bayern melawan pimpinan klasemen Dortmund pada Sabtu, 1 April.(maq)
Ini Alasan Bayern Memecat Nagelsmann










