Espanyol Tenggelam di RCDE: Alarm Bahaya Berbunyi Keras

Pemain hanya bisa pasrah kalah di pertandingan Laliga. Foto: via MD

edisiana.com – Kemerosotan Espanyol kini bukan lagi bayangan—ini kenyataan pahit. Stadion RCDE, yang seharusnya menjadi benteng, justru berubah menjadi saksi luka baru. The Pericos tumbang 1-2 dari Alavés pada Jumat malam, dan kekhawatiran kini merajalela.

Sejak menit awal, tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Espanyol nyaris kebobolan di menit ke-10 ketika Toni Martínez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Marko Dmitrovic masih menjadi penyelamat terakhir, menjaga harapan tuan rumah tetap hidup.

BACA JUGA:  Oxford United Tumbang di Bramall Lane, Kian Terbenam di Zona Merah

Espanyol sempat bernapas. Roberto Fernández muncul sebagai pahlawan sesaat dengan sundulan tajam dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang. RCDE bergemuruh—namun hanya sebentar.

Alavés merespons cepat dan dingin. Dari situasi bola mati, Antonio Blanco melepaskan tembakan terukur ke sudut kiri bawah gawang. Skor kembali seimbang, dan kegelisahan mulai merayap ke tribun.

Babak kedua berlangsung ketat, penuh duel dan ketegangan. Namun sekali lagi, Espanyol gagal bertahan.

BACA JUGA:  Newcastle United Bungkam Tottenham Hotspur 2-0 di Carabao Cup

Toni Martínez kembali berperan, mengirimkan umpan ke jantung pertahanan. Lucas Boyé menyambarnya tanpa ampun. Gol. Sunyi. RCDE membeku.

Kekalahan ini adalah yang kelima bagi Espanyol, dengan hanya satu poin dari 15 poin terakhir. Angka-angka yang mengerikan. Alarm degradasi kini berbunyi semakin keras.

Bagi Alavés, malam ini adalah kelegaan. Mereka berhasil menaklukkan RCDE, stadion yang begitu sulit mereka kuasai di paruh pertama musim. Bagi Espanyol? Ini adalah malam penuh pertanyaan—dan sedikit jawaban.(maq)