edisiana.com – Liverpool kembali kehilangan keseimbangan. Tiga bintang mahal yang direkrut dengan biaya fantastis justru tumbang diterpa cedera, membuat awal era Arne Slot di Anfield dipenuhi frustrasi dan tanda tanya besar.
Nama paling mencolok adalah Alexander Isak. Penyerang yang memecahkan rekor transfer Inggris itu datang ke Merseyside dalam kondisi fisik yang jauh dari ideal.
Masalah ringan yang semula dianggap sepele berkembang menjadi patah kaki, memaksanya menepi setidaknya selama dua bulan.
Nasib lebih buruk dialami Giovanni Leoni. Bek tengah muda tersebut langsung menutup musimnya bahkan pada penampilan pertamanya, setelah mengalami cedera lutut serius yang memerlukan pemulihan panjang.
Sementara itu, Jeremie Frimpong juga belum mampu memberi dampak maksimal. Masalah hamstring yang terus berulang membuatnya hanya tampil sebagai starter dalam lima dari 11 pertandingan, menghambat konsistensi permainan di sisi kanan.
Ironisnya, ketiga pemain tersebut didatangkan dengan total nilai transfer mendekati £200 juta—hampir setengah dari total belanja Liverpool pada bursa transfer musim panas.
Investasi besar yang sejauh ini lebih banyak “tersimpan” di ruang perawatan ketimbang di lapangan.
“Saya rasa banyak orang telah berkomentar tentang jumlah uang yang telah kami habiskan,” ujar Arne Slot, dikutip dari ESPN pada Selasa, 30 Desember 2025.
“Namun sayangnya, tidak semua uang yang telah kami keluarkan telah kami gunakan, dan itu berkaitan dengan cedera yang dialami para pemain ini.”
Situasi ini menjadi ujian serius bagi Slot. Bukan hanya soal taktik dan adaptasi di Premier League, tetapi juga bagaimana menjaga stabilitas tim ketika pilar-pilar mahal justru absen. Di Anfield, alarm sudah berbunyi—dan musim masih panjang.(maq)









