edisiana.com – Marc Márquez meninggalkan Sirkuit Assen dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia merasa puas setelah mengumpulkan total 37 poin dari akhir pekan balapan—hasil yang membanggakan meski belum termasuk “poin” pahit berupa luka di dagunya akibat kecelakaan saat sesi latihan hari Jumat lalu.
Namun kegembiraannya tak berlanjut menjadi euforia. Di corralito, tempat para pebalap berbicara dengan media setelah balapan, Julià Márquez memberitahunya bahwa sang adik, Álex Márquez, mengalami patah jari telunjuk tangan kanan dan akan menjalani operasi.
Kabar itu langsung mengubah suasana hati Marc. Ia tetap tiba di konferensi pers dengan wajah gembira—tapi bukan karena tak peduli. “Menghinaku tak masalah, tapi jika itu menyangkut saudaraku, itu benar-benar keterlaluan,” ujar Marc dinukil dari Mundo Deportivo pada hari ini.
Kemenangan pribadi di lintasan tak bisa menutupi kekhawatirannya terhadap sang adik. Bagi Marc, keluarga tetap yang utama, bahkan di tengah persaingan keras MotoGP.(maq)








