edisiana.com – Juventus akan menghadapi tantangan besar di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub dengan bertemu raksasa Spanyol, Real Madrid. Laga ini dipandang sebagai ujian sesungguhnya bagi Bianconeri, yang sebelumnya sempat dibekuk Manchester City 2-5 di fase grup.
Kekalahan telak dari City menjadi sorotan utama di Italia, memicu gelombang kritik terhadap Juventus yang dinilai belum siap menghadapi lawan-lawan sekelas. Meski mampu mengalahkan dua tim lemah di babak penyisihan, performa buruk saat menghadapi tim elit membuat kepercayaan publik mulai luntur.
Musim 2024–2025 juga menjadi musim penuh gejolak bagi Juventus. Proyek yang digagas Thiago Motta gagal total, hingga klub harus mendatangkan Igor Tudor untuk menyelamatkan musim. Tudor berhasil membawa Juventus finis di empat besar Serie A, sebuah pencapaian yang sama dengan tiga dari lima musim terakhir mereka.
Kini, Piala Dunia Antarklub dianggap sebagai kesempatan emas bagi Juventus untuk kembali menegaskan status mereka di panggung elit sepak bola dunia. Namun, dengan performa yang inkonsisten dan tantangan berat menghadapi Real Madrid, keraguan pun muncul di kalangan pengamat dan pendukung.
Secara historis, menurut Sport Mole, Juventus dan Real Madrid telah bertemu sebanyak 21 kali. Real Madrid sedikit unggul dengan 10 kemenangan, sementara Juventus meraih 9 kemenangan, dan hanya dua laga yang berakhir imbang. Statistik itu menunjukkan bahwa duel ini kerap berlangsung sengit dan sulit diprediksi.
Dengan segala tekanan dan ekspektasi yang mengiringi, laga melawan Madrid bisa menjadi titik balik — atau justru menambah panjang daftar kekecewaan Juventus dalam beberapa musim terakhir.(maq)









