PSG Selamat dari Kekalahan, Gol Marquinhos di Injury Time Gagalkan Lille

Marquinhos mengubur mimpi Lille yang kemenangan di depan mata. Foto: via BBC

edisiana.com – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan mental pantang menyerah. Sempat tertinggal dua gol di markas Lille, Les Parisiens berhasil menyelamatkan satu poin setelah mencetak dua gol pada menit-menit akhir. Duel Ligue 1 pada Sabtu dini hari WIB itu berakhir 2-2.

Lille sejatinya berada di ambang kemenangan. Tuan rumah bahkan berpeluang meraih kemenangan kedua dalam dua pertandingan di bawah asuhan pelatih Davide Ancelotti.

Olivier Giroud menjadi motor serangan Lille. Mantan striker Arsenal tersebut berperan dalam gol pembuka yang membawa tuan rumah unggul. Giroud memberikan umpan kepada Hakon Haraldsson yang kemudian melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 20 yard.

BACA JUGA:  Pep: Gabriel Mau Pindah, Saya Tak Peduli yang Penting Bahagia

PSG kesulitan menemukan celah untuk membalas. Lille justru semakin percaya diri dan menggandakan keunggulan pada menit ke-84.

Dilane Bakwa, yang menjalani debut setelah dipinjamkan dari Nottingham Forest, menciptakan gol indah untuk membuat Lille unggul 2-0. Kemenangan di depan mata.

Namun, PSG belum menyerah. Vitinha menjadi pembeda. Gelandang asal Portugal itu melepaskan tendangan brilian yang menghujam sudut atas gawang Lille pada menit ke-91.

BACA JUGA:  Cedera Tak Kunjung Usai, Neymar Mulai Menyerah

Gol tersebut membangkitkan harapan PSG. Benar saja, empat menit kemudian, Vitinha kembali menjadi aktor penting. Kali ini dia melepaskan umpan silang yang disambut Marquinhos dengan sundulan.

Bola bersarang di gawang Lille. Skor berubah menjadi 2-2.

PSG pun terhindar dari kekalahan secara dramatis. Melansir BBC, hasil tersebut juga mengingatkan pada pertandingan pekan sebelumnya ketika PSG sempat tertinggal 0-2 dari Rennes sebelum akhirnya bangkit dan mengamankan hasil imbang.

Dua laga, dua kali tertinggal dua gol, dan dua kali pula PSG mampu menyelamatkan satu poin. Namun, kebiasaan mengejar ketertinggalan tentu menjadi pekerjaan rumah bagi tim asuhan Luis Enrique jika ingin tampil konsisten sepanjang musim.(maq)