edisiana.com – Stamford Bridge membeku. Aston Villa datang tanpa rasa takut dan pulang membawa kemenangan raksasa. Chelsea, kandidat juara Premier League, dipaksa bertekuk lutut. Skor akhir: 1-2. Nama besar malam itu satu: Ollie Watkins.
Chelsea sempat bermimpi. Menit ke-37, kemelut di depan gawang Villa berakhir manis bagi tuan rumah.
Joao Pedro mencuri momen, sentuhan kecil tapi mematikan, memanfaatkan sepak pojok Reece James. The Blues unggul, stadion bergemuruh.
Namun Villa belum benar-benar hidup.
Tim asuhan Unai Emery tampil di bawah standar. Rekor bersejarah yang mengintip sejak 1897 dan 1914 seolah menjauh. Sampai sang maestro dari Spanyol itu bergerak.
Menit sebelum 60. Tiga pergantian. Satu pesan: menyerang. Watkins, Amadou Onana, dan Jadon Sancho masuk. Buendia, McGinn, dan Malen keluar. Dan di situlah pertandingan berubah arah.
Empat menit. Hanya empat menit.
Watkins mengejar umpan Morgan Rogers. Robert Sanchez mencoba menjadi pahlawan, tapi malah menciptakan bencana. Bola memantul, mengenai Watkins, dan… GOOOL! Stamford Bridge terdiam. 1-1.
Villa menjelma menjadi badai. Chelsea terhuyung. Sanchez harus terbang menepis peluang Ian Maatsen dan Boubacar Kamara. The Blues bertahan dengan napas tersisa.
Tapi badai itu belum selesai.Sepak pojok Youri Tielemans melayang. Watkins melompat lebih tinggi dari semua. Dan tandukannya melewati Sanchez. Gol kedua. Gol kemenangan. Gol sang algojo.
Chelsea roboh. Villa berpesta.
Menukil BBC menyebutkan, kemenangan ini membuat Aston Villa hanya tiga poin dari Arsenal di puncak klasemen. Dan lebih dari itu, ini adalah kemenangan ke-11 beruntun di semua kompetisi.
Aston Villa sedang panas. Watkins sedang on fire. Dan Premier League? Waspada.(maq)










