edisiana.com – Crystal Palace akhirnya merasakan pahitnya kekalahan pertama sejak akhir Oktober. Di tanah Prancis, dalam atmosfer panas Liga Konferensi Eropa, Strasbourg menampar “The Eagles” dengan skor 2-1 dan memutus laju lima laga tanpa kekalahan tim Premier League tersebut.
Padahal semuanya dimulai begitu menjanjikan. Pada menit ke-35, Tyrick Mitchell menusuk dari sisi kiri, menerima umpan cerdik Jean-Philippe Mateta, lalu melepaskan penyelesaian melintasi gawang yang membuat Mike Penders mati langkah. Palace terbang, Strasbourg terdiam.
Seharusnya Palace menggandakan keunggulan, dan mungkin mengunci pertandingan, sebelum turun minum. Namun Ismaila Sarr menyia-nyiakannya.
Tembakan dari jarak 30 yard ke gawang yang benar-benar terbuka hanya mengenai tiang setelah Penders terpeleset dan kehilangan bola. Momen itu akan menjadi penyesalan besar di akhir laga.
Strasbourg tak tinggal diam. Delapan menit setelah jeda, mereka menyamakan kedudukan lewat manuver kapten Emanuel Emegha, yang menyambar umpan silang rendah Diego Moreira. Pertahanan Palace lengah, dan tuan rumah langsung menghukum.
Penders—kiper yang dipinjam dari Chelsea—nyaris kembali menjadi pesakitan ketika ia salah posisi di pertengahan babak kedua. Adam Wharton melepaskan roket jarak jauh, namun bola membentur mistar dan Palace kembali gagal memanfaatkannya.
Tak lama kemudian, Penders menebus kesalahannya. Dengan refleks cepat sambil merundukkan badan, ia menggagalkan peluang emas Yeremy Pino dari jarak dekat. Strasbourg tetap hidup, Palace tetap gelisah.
Dan akhirnya, hukuman datang. Pada menit ke-77, tendangan bebas Julio Enciso menghantam mistar, bola memantul ke area berbahaya, dan Samir El Mourabet datang sebagai algojo, menyambar bola muntah untuk memastikan kemenangan Strasbourg.
Melansir BBC menyebut Palace pulang dengan tangan hampa, peluang yang terbuang, dan satu pesan yang jelas: di Eropa, kelengahan sekecil apa pun bisa menjadi penentu.(maq)










