Duel Gvardiol dengan Mantan Klubnya Leipzig

57
Haaland dan Gvardiol berebut bola di Liga Champions. Foto: Getty via Daylimail

edisiana.com – Manchester City menjamu RB Leipzig pada Rabu dinihari nanti. Dan merupakan mantan klubnya Joško Gvardiol.

Pemain Kroasia itu pernah menjadi bagian dari pertahanan Leipzig yang terkoyak oleh serangan City saat Erling Haaland mencetak lima gol dalam kemenangan 7-0. Saat itu di babak 16 besar Liga Champions pada bulan Maret.

Delapan bulan kemudian ketika kedua belah pihak bersiap untuk saling berhadapan di pertandingan terakhir Grup G kompetisi ini, Gvardiol, yang kini menjadi bagian dari pertahanan City, tahu bahwa dia tidak perlu khawatir tentang malam kesengsaraan serupa.

Setidaknya bukan dari sepatu Haaland. “Saya senang menjadi rekan setimnya,” kata Gvardiol seperti dilansir ESPN pada Selasa ini.

“Ini bukan hanya tentang Haaland, ini adalah tim pertama yang tampil di lapangan [musim lalu], itu adalah pertandingan yang sulit. Sebagai bek tengah saya menantikan untuk menghadapi Haaland tetapi tidak berakhir dengan baik,” tambahnya menjelaskan.

City kemudian memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya dan membuat awal yang baik dalam upaya mereka untuk mempertahankan trofi.

The Sky Blue juga memiliki menang rekor 100 persen di grup. City memastikan posisi teratas di depan Leipzig, yang juga memastikan tempat mereka di fase sistem gugur.

Gvardiol mengatakan menyaksikan pemain Norwegia itu bekerja adalah hal yang luar biasa.

“Di awal pertandingan dia tidak ada di mana-mana, lalu dia bangkit dan mencetak hattrick. Apa yang telah dia lakukan, saya tidak mengerti bagaimana caranya, tapi saya menikmatinya,” kata bek berusia 21 tahun itu.

Manajer City Pep Guardiola mungkin akan segera memiliki lebih banyak opsi bertahan dengan berita bahwa John Stones akan segera kembali setelah absen sejak awal November.

“John Stones sudah semakin membaik. Tidak bermain, mungkin beberapa menit. Benar-benar hampir kembali,” ucapnya.

Pada pertandingan nanti, Guardiola menambahkan bahwa prioritasnya adalah memastikan timnya meraih tempat pertama.

“Kita harus menang atau seri. Langkah pertama dilakukan untuk kedua belah pihak, selamat Leipzig. Penting finis pertama, bergengsi dan berarti leg kedua babak 16 besar di kandang sendiri. Tidak menentukan, tapi sedikit keuntungan,” tutup dia.(maq)

BACA JUGA:  Kisah Striker Kurang Gizi Jadi Pemain Top (Bagian-1): Ditolak Klub, Jadi Buruh Pabrik
BAGIKAN