edisiana.com – Getafe menuntaskan misi di Beograd. Klub asal Spanyol itu berhasil mengamankan tiket ke kualifikasi Liga Conference setelah menyingkirkan Partizan dengan kemenangan agregat 4-3.
Keunggulan 3-1 pada leg pertama di Coliseum menjadi modal berharga untuk menghadapi malam penuh tekanan di markas lawan.
Kamis malam, 27 Agustus 2026, Getafe dipaksa bekerja keras. Partizan tampil dengan tekad membalikkan keadaan di hadapan pendukungnya sendiri dan membuat pertandingan berubah menjadi ujian mental bagi tim tamu.
Tuan rumah akhirnya menemukan celah setelah memasuki babak kedua. Jeh melepaskan tembakan kaki kanan dari sisi kiri kotak penalti yang meluncur deras ke sudut kanan atas gawang.
Gol tersebut kembali menghidupkan harapan Partizan untuk melakukan comeback. Namun Getafe tidak membiarkan momentum sepenuhnya berpindah tangan.
Enes Ünal muncul di saat yang tepat. Penyerang asal Turki itu mencetak gol dari tengah kotak penalti, mengarahkan bola ke tengah gawang setelah memanfaatkan situasi dari sepak pojok.
Gol tersebut menjadi pukulan penting bagi Partizan sekaligus membuat Getafe semakin dekat dengan tiket ke fase berikutnya.
Partizan belum menyerah. Erik Kojzek kembali membuat stadion bergemuruh setelah mengubah skor menjadi 2-1. Ia menuntaskan umpan manis dari Igor Miladinovic dan menjaga mimpi tuan rumah tetap hidup.
Menit-menit terakhir berubah menjadi pengepungan. Partizan terus menekan, sementara Getafe bertahan mati-matian untuk menjaga keunggulan agregat. Setiap serangan menjadi ancaman, setiap detik terasa semakin berharga bagi pasukan Spanyol.
Namun waktu akhirnya berpihak kepada Getafe.Peluit panjang memastikan mereka tetap unggul 4-3 secara agregat dan berhak melanjutkan perjalanan di kompetisi Eropa.
Getafe selamat dari tekanan di Beograd dan menulis satu halaman penting dalam sejarah klub. Dengan keberhasilan ini, klub Spanyol tersebut akan berpartisipasi dalam kompetisi Eropa untuk keempat kalinya dalam sejarah.(maq)











