edisiana.com – Nike, raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, menutup tahun keuangan 2024 dengan hasil yang mengecewakan. Perusahaan tersebut melaporkan penurunan laba bersih sebesar 44 persen, sementara penjualan global turun hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut laporan Mundo Deportivo pada Sabtu ini, laba bersih Nike untuk tahun fiskal 2024 (yang berakhir pada Mei) tercatat sebesar $3,219 miliar, turun tajam dari $5,7 miliar yang dibukukan pada 2023.
Laba kotor juga mengalami penyusutan hingga 14 persen, dari lebih dari $22 miliar menjadi $19,79 miliar. Margin kotor Nike menurun 190 basis poin menjadi 42,7 persen.
Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan diskon, perubahan komposisi saluran distribusi, dan meningkatnya keusangan persediaan, meskipun sebagian tertolong oleh penurunan biaya.
Penjualan tahunan Nike juga mengalami penurunan dua digit, dari $51,362 miliar pada 2023 menjadi $46,309 miliar pada Mei 2024.
Secara geografis, Tiongkok menjadi pasar paling terdampak, dengan penurunan penjualan sebesar 13 persen. Diikuti oleh Eropa dengan penurunan 10 persen, Amerika Utara 9 persen, dan Asia serta Amerika Latin masing-masing 7 persen.
Dari sisi merek, Converse mencatat penurunan pendapatan terbesar, yakni sebesar 19 persen. Nike sendiri juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 19 persen.
Berdasarkan kategori produk, alas kaki — yang selama ini menjadi pendorong utama penjualan Nike — turun 12 persen, sedangkan pakaian turun 6 persen.
Presiden dan CEO Nike, Elliott Hill, mengakui bahwa meskipun hasil yang diperoleh sesuai dengan ekspektasi internal, namun tetap jauh dari harapan.
“Hasilnya tidak seperti yang kami inginkan,” ujar Hill. Ia menambahkan bahwa ke depan, perusahaan optimis dapat membalikkan keadaan berkat kemajuan yang dicapai melalui strategi baru bertajuk Win Now.(maq)











