edisiana.com – West Ham United resmi memecat Graham Potter dari kursi manajer sebelum laga kontra Everton pada Senin malam mendatang. Keputusan ini diambil setelah rangkaian hasil buruk yang membuat The Hammers terperosok ke posisi ke-19 klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Sebagai penggantinya, manajemen klub menunjuk Nuno Espirito Santo, yang baru saja dipecat oleh Nottingham Forest pada 8 September lalu.
Ironisnya, Potter menjadi manajer kedua yang dipecat musim ini, dan digantikan oleh sosok yang justru menjadi manajer pertama yang kehilangan pekerjaan di musim yang sama.
Potter, mantan pelatih Chelsea, hanya bertahan 25 pertandingan sejak ditunjuk menggantikan Julen Lopetegui pada Januari lalu. Di bawah arahannya, West Ham hanya mampu meraih tiga kemenangan dalam 15 laga terakhir Liga Primer.
Kekalahan kandang 2-1 dari Crystal Palace akhir pekan lalu menjadi pukulan terakhir bagi pria asal Inggris itu. Tren buruk yang telah berlangsung sejak akhir musim lalu memperkuat keputusan klub untuk melakukan perubahan.
Menariknya, satu-satunya kemenangan West Ham musim ini tercatat saat menghadapi Nottingham Forest—mantan klub Nuno—dengan skor telak 3-0 di City Ground, yang juga menjadi laga terakhir Nuno sebelum dipecat oleh Forest.
Laga melawan Everton juga akan menjadi reuni emosional, karena The Hammers akan menghadapi mantan pelatih mereka, David Moyes.
Pertandingan tersebut akan menjadi debut Nuno Espirito Santo bersama West Ham, yang berharap kehadirannya bisa membawa perubahan signifikan dalam perjuangan mereka keluar dari zona degradasi.(maq)










