edisiana.com – Burnley terus bergerak aktif di bursa transfer setelah memastikan promosi ke Liga Primer Inggris. Rekrutan terbaru mereka adalah bek tengah Axel Tuanzebe, yang bergabung secara gratis sebagai bagian dari rencana perkuatan tim menyambut musim baru.
Tuanzebe menjadi pemain ketiga yang didatangkan Burnley musim panas ini, menyusul bek kiri asal Belanda, Quilindschy Hartman (£7,6 juta), dan kiper Max Weiss (£4,3 juta).
Selain itu, The Clarets juga telah mengeluarkan sekitar £35 juta untuk mempermanenkan empat pemain yang sebelumnya berstatus pinjaman di Championship: Jaidon Anthony, Marcus Edwards, Bashir Humphreys, dan Zian Flemming.
Namun, meski agresif di pasar transfer, Burnley harus berhati-hati terkait peraturan Profit and Sustainability Rules (PSR), yang membatasi kerugian mereka hingga £61 juta.
Mengingat mereka telah menghabiskan dua dari tiga musim terakhir di Championship, manajemen klub diperkirakan akan mulai bersikap konservatif terhadap pengeluaran selanjutnya.
Sementara itu, sesama tim promosi, Sunderland, tengah memulai proyek transfer dengan posisi keuangan yang lebih stabil.
Gelandang Prancis Enzo Le Fée, yang dipinjam dari AS Roma pada Januari lalu, dipastikan akan bergabung secara permanen berkat klausul kewajiban beli dalam kontraknya.
Menurut pengamat keuangan sepak bola Kieran Maguire, Sunderland berada dalam kondisi yang sehat secara finansial. “Sejak terdegradasi dari Liga Premier pada 2017, Sunderland belum pernah menghabiskan lebih dari £10 juta dalam satu musim untuk transfer, meskipun mereka menerima pembayaran parasut. Dalam dua musim terakhir, kerugian mereka hanya sekitar £18 juta,” jelas Maguire dikutip dari BBC pada Jumat ini.
Di sisi lain, Leeds United yang menempati puncak Championship musim lalu menghadapi tantangan lebih berat. “Mereka harus pintar dalam belanja pemain. Menghabiskan £100 juta sebenarnya bisa dilakukan, tapi risikonya tinggi,” tambah Maguire.
Dengan kompetisi Liga Primer yang semakin kompetitif, manuver cermat di bursa transfer akan menjadi kunci, terutama bagi klub-klub promosi yang berupaya bertahan dan berkembang di level tertinggi.(maq)










