Derita Fiorentina di Polandia, Tiket 16 Besar Tetap Milik Viola

Fiorentina saat bermain di Liga Eropa. Foto: via Yahoo

edisiana.com – Malam penuh ketegangan diwarnai hujan gol dan drama hingga extra time. Fiorentina memang tumbang 2-3 dari Jagiellonia Białystok pada Kamis, 26 Februari 2026. Namun agregat 5-4 memastikan langkah La Viola ke babak 16 besar Liga Europa tetap terjaga.

Sejak peluit awal, laga sudah membara. Tim tuan rumah tampil agresif dan langsung membombardir pertahanan Fiorentina. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-23.

Bartosz Mazurek menyambar bola dengan kaki kanan dari jarak sangat dekat, mengarahkan tembakan ke tengah gawang dan membuka skor.

BACA JUGA:  Target Rodri Tampil di Piala Antarklub Dunia

Belum selesai sampai di situ, Mazurek kembali menghukum Fiorentina di masa tambahan waktu babak pertama. Dua gol, satu pesan jelas: Jagiellonia belum menyerah.

Memasuki babak kedua, tekanan kembali datang. Taras Romanczuk sempat mengancam serius, namun kiper Fiorentina, Luca Lezzerini, tampil sigap untuk menjaga asa tim tamu.

Drama mencapai puncaknya ketika Mazurek mencetak hattrick. Berawal dari serangan balik cepat yang dipimpin Afimico Pululu, bola diberikan kepada Mazurek yang tanpa ampun menyikatnya ke sudut kanan bawah gawang.

Stadion bergemuruh. Skor membuat agregat semakin menegangkan dan memaksa laga berlanjut ke extra time.

BACA JUGA:  Marc Márquez Pede Sambut GP Misano: Secara Teori, Saya Lebih Baik di Sini

Di tengah tekanan dan kelelahan, karakter Fiorentina akhirnya berbicara. Pada menit ke-107, Nicolò Fagioli mencetak gol krusial dengan tembakan terarah ke bagian tengah atas gawang. Gol yang terasa seperti napas panjang bagi Viola.

Namun Jagiellonia belum selesai. Jesús Imaz kembali menyuntikkan drama dengan gol ke sudut kiri bawah setelah menerima bantuan dari Andy Pelmard.

Akhirnya, peluit panjang berbunyi. Fiorentina kalah dalam laga, tetapi menang dalam agregat. Dalam gaya khas kompetisi Eropa: menderita, bertahan, dan bertahan hidup.

BACA JUGA:  Xavi Turunkan Pemain Titisan Messi

La Viola melangkah ke 16 besar bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketahanan. Dan terkadang, itu jauh lebih berharga.(maq)