Dortmund Pesta Gol, Kapal Selam Kuning Makin Karam di Signal Iduna Park

Sundulan maut Serhou Guirassy membobol gawang Villarreal. Foto: via MD

edisiana.com – Villarreal datang ke Dortmund pada Selasa malam dengan harapan membawa pulang tiga poin. Namun, yang mereka dapat justru adalah badai kuning yang menenggelamkan mereka tanpa ampun. The Yellow Submarine akhirnya karam dengan kekalahan telak 3-0.

Babak pertama berjalan ketat, Villarreal bertahan mati-matian, tapi semua runtuh di detik-detik terakhir. Dari sebuah skema sepak pojok, Aaron Anselmino mengirim bola matang dan Serhou Guirassy menanduknya dengan presisi. Gol yang membuka pintu mimpi buruk Villarreal.

Di babak kedua, amarah makin memuncak. Juan Foyth, yang terlihat frustrasi sepanjang laga, justru memperparah keadaan saat menerima kartu merah karena tekel keras. Dan Dortmund tak menunggu lama untuk menghukum mereka. Hanya dua menit berselang, Guirassy kembali muncul—kali ini memanfaatkan bola mati untuk menggandakan keunggulan.

Keadaan makin memburuk ketika Karim Adeyemi—ya, pemain muda yang terus dikaitkan dengan Real Madrid—menyelesaikan sebuah serangan dengan tembakan ke sudut kiri bawah. Skor berubah menjadi 3-0 dan Villarreal terlihat tanpa daya.

BACA JUGA:  Suarez: Jangan Bergabung Dulu, Xavi! Karena di Barca Lagi Ada Perang

Menit ke-81, Dortmund mendapat penalti setelah Cardona menjatuhkan pemain tuan rumah. Fabio Silva maju sebagai eksekutor, namun sepakannya hanya mencium mistar, menyelamatkan Villarreal dari malu yang lebih besar. Setidaknya untuk sementara.

Karena pada menit ke-95, Daniel Svensson menutup pesta. Sundulan keras ke pojok kiri bawah menjadikan malam itu semakin kelam bagi pasukan Marcelino García Toral.

Hasil ini membuat Villarreal terpuruk dalam klasemen. Hanya satu poin dari lima pertandingan, dan nasib mereka kini bergantung pada tiga laga tersisa—ditambah doa panjang untuk hasil-hasil yang berpihak.

BACA JUGA:  Ronaldo Yakin Mbappe Raih Ballon d'Or di Real Madrid

Kapal Selam Kuning datang dengan harapan. Mereka pulang dengan mimpi yang semakin tenggelam.(maq)