edisiana.com – Timnas Italia sepertinya masih belum bisa move on. Kekalahan demi kekalahan terus menghantui Gli Azzurri. Terbaru, Italia kembali tumbang saat menjamu Belgia pada laga pembuka Nations League. Mereka dipaksa menyerah 0-2.
Kekalahan tersebut sekaligus membuat debut Roberto Mancini sebagai pelatih Italia berjalan jauh dari harapan. Alih-alih mengawali era baru dengan kemenangan, Mancini justru harus menerima kenyataan pahit di hadapan pendukung sendiri.
Belgia membuka keunggulan melalui Kevin De Bruyne pada laga yang berlangsung Jumat malam waktu setempat. Pemain Belgia itu menjadi motor serangan yang merepotkan pertahanan Italia.
De Bruyne memberikan umpan kepada Godts. Pemain tersebut kemudian melewati tiga pemain belakang Italia sebelum melepaskan bola yang tak mampu dihentikan kiper Gianluigi Donnarumma.
Belgia semakin menjauh melalui skema serangan balik. Lukebakio mencetak gol kedua dari luar kotak penalti. Sandro Tonali sempat berlari mundur untuk menghentikan laju serangan tersebut. Namun, upayanya gagal.
Kekalahan itu membuat Mancini dan para pemain Italia menjadi sasaran cemoohan suporter. Hasil tersebut seakan kembali membuka luka lama setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia dalam tiga periode.
Bek sayap Italia, Riccardo Calafiori, mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Menurutnya, dua gol Belgia seharusnya bisa dihindari.
“Kami meninggalkan celah dan kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dihindari. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Calafiori dinukil dari ESPN pada hari ini.
Italia kini dituntut segera berbenah. Sebab, jika masalah yang sama kembali terulang, tekanan terhadap Mancini dan skuad Gli Azzurri bakal semakin besar.(maq)










