edisiana.com – Chelsea akhirnya menemukan jalan kemenangan di Derby London. The Blues menundukkan Crystal Palace 3-1 dalam laga yang sarat intensitas, sekaligus menandai kemenangan tandang pertama mereka di Liga Premier di era Liam Rosenior.
Pertandingan berubah arah pada menit ke-34. Kesalahan fatal lini belakang Palace dimanfaatkan dengan dingin oleh Estêvão, yang memecah kebuntuan dan membungkam publik Selhurst Park.
Chelsea makin percaya diri, dan tepat setelah babak kedua dimulai, pemain muda Brasil itu kembali jadi protagonis dengan mengirim assist matang kepada João Pedro, yang menggandakan keunggulan.
Petaka Palace kian lengkap setelah Adam Wharton menerima kartu kuning kedua, memaksa Eagles bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Chelsea tanpa ampun. Enzo Fernández menegaskan dominasi lewat gol dari titik penalti sedikit lewat satu jam pertandingan.
Palace sempat mencuri gol hiburan di menit ke-88 melalui sundulan Chris Richards, namun itu tak lebih dari kosmetik.
Menukil ESPN, kekalahan ini memperpanjang rentetan tanpa kemenangan Palace menjadi 11 laga di semua kompetisi, sinyal bahaya yang semakin keras berbunyi.
Chelsea pulang dengan tiga poin, kepercayaan diri baru, dan pesan jelas: proyek Rosenior mulai menemukan denyut nadinya. Palace? Mereka masih terjebak dalam malam panjang tanpa ujung.(maq)










