edisiana.com – Barcelona kembali mengambil alih singgasana klasemen dengan cara yang meyakinkan. Oviedo, juru kunci liga, ditenggelamkan tanpa ampun 3-0 dalam laga yang berubah total setelah jeda.
Angka tidak berbohong. Barça mencatat lebih banyak tembakan tepat sasaran—dan yang paling mencolok, hanya dalam sembilan menit awal babak kedua.
Barca sudah lebih berbahaya dibandingkan sepanjang babak pertama yang terasa tumpul dan tidak nyaman.
Sebelum pesta dimulai, peluang sempat terbuang. Robert Lewandowski dan Dani Olmo sama-sama gagal memaksimalkan kesempatan emas.
Namun pertahanan Oviedo akhirnya retak. Kwasi Sibo, tercekik tekanan Lamine Yamal, hanya mampu membuang bola setengah hati. Olmo menyambarnya dan dari jarak sekitar 16 yard, bola meluncur ke gawang.
Gol pembuka yang membuka kran. Barça makin beringas. Sundulan Lewandowski nyaris menggandakan keunggulan, tetapi Escandell masih mampu melakukan penyelamatan refleks.
Tak lama berselang, Raphinha mengambil alih panggung. David Costas, kembali di bawah teror pemain sayap Barça, gagal memberi umpan balik yang bersih.
Raphinha menyergap, menusuk ke tepi kotak penalti, dan dengan sentuhan indah mengangkat bola melewati kiper. 2-0. Montjuïc bergemuruh.
Dan yang terbaik disimpan untuk penutup. Lamine Yamal—emas muda Barça—mencetak gol indah keduanya sejak Natal.
Sebuah momen yang menegaskan bakat luar biasa dan membuat laga sepenuhnya berada dalam genggaman tuan rumah.
Namun kisah ini tidak sepenuhnya tanpa peringatan. Babak pertama sama sekali tidak berjalan sesuai rencana Hansi Flick. Oviedo sempat memberi ancaman nyata.
Ilyas Chaira melepaskan tembakan yang melenceng tipis, sementara Haissem Hassan memaksa Joan García melakukan penyelamatan serius pertamanya malam itu.
Melansir ESPN, kemenangan ini mengembalikan keunggulan satu poin atas rival abadi, Real Madrid. Puncak kembali berwarna blaugrana—dan pesan sudah dikirim dengan jelas.(maq)










