edisiana.com – Luciano Spalletti marah kepada seorang jurnalis karena di dalam kubu timnya membocorkan taktiknya. Tapi untung dia cepat mengubah dan berhasil bermain seri 1-1 Italia melawan Kroasia.
Spalletti juga mengecam kritik yang dilontarkan timnya pasca pertandingan setelah Italia mengamankan tempat mereka di babak sistem gugur kompetisi tersebut, finis kedua di Grup B.
Sang juara bertahan akan finis di peringkat ketiga setelah Luka Modric membawa Kroasia unggul 1-0 di babak kedua.
Namun tim asuhan Spalletti membalas di akhir pertandingan, dengan Mattia Zaccagni melepaskan tendangan melengkung di penghujung pertandingan untuk mengamankan tempat di babak 16 besar.
Pelatih asal Italia itu memilih untuk mengubah formasi timnya menjelang pertandingan ini. Awalnya ia memainkan formasi 4-3-3 melawan Spanyol dan Albania.
Pada hari Selasa dinihari, ia menerapkan formasi 3-5-2, dengan Mateo Retegui dan Giacomo Raspadori menjadi ujung tombak serangan timnya.
Seorang jurnalis sempat menanyakan mengapa timnya memilih untuk menggunakan formasi baru, Spalletti marah kepada reporter tersebut.
“Anda belum menafsirkannya, Anda sudah diberitahu hal itu dan melakukannya dengan baik untuk mengulanginya,” kata Spalletti seperti dilansir Daylimail pada hari ini.
Menjelang hasil imbang 1-1 Italia melawan Kroasia, Spalletti akan memainkan formasi baru, dibandingkan dengan formasi 4-3-3 yang dimainkan timnya melawan Spanyol dan Albania.
“Jika ada orang yang benar-benar membocorkan sesuatu dari dalam ke luar – maka itu adalah seseorang yang merugikan tim nasional,” ujarnya menambahkan.
“Siapa pun yang mengatakan hal itu kepada Anda, itu merugikan tim nasional, tetapi saya berbicara dengan para pemain hari demi hari,” sambungnya lagi.
Meski Kroasia mengalami patah hati, sang juara bertahan sejauh ini tampil mengecewakan di Jerman. Italia menderita kekalahan tipis dari Spanyol, berkat gol bunuh diri Riccardo Calafiori.
Sebelumnya mereka meraih kemenangan 2-1 atas Albania di pertandingan pembuka mereka.
Setelah mendapat kritik atas penampilan mereka, Spalletti membalas para pengkritik timnya saat konferensi pers. “Semua orang berusaha mengeluarkan kami (dari turnamen ini),” tutup Spalletti.(maq)










