Guardiola Tutup Era di City dengan Kekalahan, Villa Segel Tiket Liga Champions

Guardiola melambaikan tangan kepada pendukung City di pertandingan akhir musim ini. Foto: via Daily Mail

edisiana.com. – Perpisahan Pep Guardiola bersama Manchester City berakhir pahit. Dalam laga terakhirnya di Etihad Stadium, Ahad malam, City takluk 1-2 dari Aston Villa.

Guardiola sebelumnya telah mengonfirmasi akan meninggalkan City pada akhir musim ini.

Selama satu dekade menangani The Citizens, pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan 20 trofi dan mengukuhkan diri sebagai salah satu manajer terbaik di generasinya.

City sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Antoine Semenyo membawa tuan rumah unggul lewat tendangan voli memanfaatkan bola sepak pojok yang disundul ke tiang dekat.

BACA JUGA:  United Coret Nama Donny Van de Beek

Namun, Aston Villa tampil impresif selepas jeda dan sukses membalikkan keadaan melalui striker andalannya, Ollie Watkins.

Gol penyeimbang Villa lahir sesaat setelah babak kedua dimulai. Bek City John Stones, yang juga menjalani laga terakhirnya bersama klub, melakukan sundulan buruk yang dimanfaatkan Watkins untuk mencetak gol.

Villa kemudian berbalik unggul pada menit ke-60. Watkins lolos dari pengawalan sebelum dengan tenang menaklukkan kiper James Trafford.

Gol tersebut sempat dianulir karena offside. Namun, VAR mengesahkan gol setelah menilai Ruben Dias melakukan sentuhan terakhir yang membuat Watkins berada dalam posisi onside.

BACA JUGA:  Ravaglia Pahlawan! Bologna Singkirkan Inter dan Terbang ke Final Supercoppa

City sempat mencetak gol balasan melalui Phil Foden di menit-menit akhir lewat tembakan keras yang membentur mistar. Akan tetapi, gol tersebut kembali dianulir karena offside.

Guardiola tampak terduduk lemas di kursinya usai gol itu dibatalkan. Kekalahan tersebut menutup era emasnya bersama City dengan hasil yang jauh dari harapan.
Sementara itu, kemenangan memastikan

Aston Villa finis di posisi keempat klasemen dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Hasil ini menurut BBC, sekaligus memupus harapan Bournemouth untuk tampil di kompetisi elite Eropa tersebut.(maq)