edisiana.com – Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez langsung melepaskan curahan hatinya di media sosial setelah menerima pemecatan. Dia sedih meninggalkan klubnya.
Xavi berkarir bola di Barcelona sejak di akademi La Mesia. Lalu menjadi pemain top di klub Catalan itu sebagai gelandang legendaris.
Tercatat lebih dari 700 penampilan untuk Barca sebagai pemain. Ia lantas mengambil alih tim pada tahun 2021. Dan musim lalu memimpin Blaugrana meraih gelar LaLiga pertama sejak 2019. Dan dipuja-puja oleh manajemen Barca.
“Tidak pernah mudah untuk meninggalkan klub dalam hidup Anda, tapi saya sangat bangga setelah dua setengah tahun memimpin ruang ganti yang sudah seperti keluarga kedua,” kata Xavi dalam postingan di media sosial .
“Mulai hari Minggu saya akan menjadi penggemar lainnya di tribun penonton. Karena sebelum menjadi pemain atau pelatih saya adalah penggemar Barcelona,” ujarnya menambahkan seperti dikutip dari ESPN pada hari ini.
“Dan saya hanya menginginkan yang terbaik untuk klub dalam hidup saya, yang akan selalu siap membantu saya,” ucap Xavi lagi.
Menurut dia, musim ini segala sesuatu usaha sudah dilakukan tapi tidak berjalan sesuai keinginan baik dirinya dan klub.
“Namun kami membiarkannya dan membantu menumbuhkan generasi baru pesepakbola muda La Masia yang menginspirasi seluruh fans Barcelona. Saya mendoakan yang terbaik untuk klub yang saya sayangi,” tutupnya.
Barcelona berencana merekrut Hans Flick yang sudah lama dikagumi Presiden Barcelona Laporta. Pada Mei 2021, mengungkapkan bahwa Barca menghubungi kubu Flick untuk mengetahui ketersediaannya.
Tapi pelatih Bayern saat itu sudah berkomitmen dengan tim nasional Jerman dan oleh karena itu klub memutuskan untuk mempertahankan Ronald Koeman.
Situasinya berbeda kali ini, dengan Flick menganggur sejak dipecat Jerman pada September 2023. Sebelum menangani Jerman, Flick memimpin Bayern meraih Treble pada tahun 2020, mengalahkan Barca 8-2 dalam perjalanannya memenangkan Liga Champions.
Sebagian besar karir kepelatihannya sebelumnya dihabiskan sebagai asisten Joachim Löw di timnas Jerman, peran yang dipegangnya ketika Jerman memenangkan Piala Dunia pada tahun 2014.(maq)











