BP Batam Segera Lakukan Penyambungan Instalasi IPAL ke 11 Ribu Rumah Warga

BP Batam melakukan sosialisasi penyambungan instalasi IPAL ke kontraktor pelaksana, Camat Batam Kota, Lurah hingga sejumlah perangkat RT/RW. Foto: Humas

edisiana.com – Pekerjaan penyambungan pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ke 11.000 perumahan di Kecamatan Batam Kota, segera dilakukan. Dan target tahun 2025 mulai dilakukan test commissioning.

Namun sebelum pelaksanaannya Badan Pengusahaan (BP) Bat melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan menggelar sosialisasi pada Rabu, 24 April.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung IT Center BP Batam ini, dihadiri oleh kontraktor pelaksana, Camat Batam Kota, Lurah hingga sejumlah perangkat RT/RW.

General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, pekerjaan penyambungan jaringan IPAL ke rumah- rumah warga ini akan direncanakan dalam enam bulan kedepan.

Jika pelaksanaan proyek ini selesai, maka Kota Batam akan mempunyai instalasi pengelolaan air limbah yang berskala internasional.

Ia mengharapkan dukungan segenap masyarakat di Kota Batam agar proyek IPAL ini bisa berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya. Sehingga kedepannya, tujuan dari proyek ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya.

BACA JUGA:  RSBP Batam Kini Punya Trauma Center untuk Kecelakaan Kerja

“Seluruh kegiatan yang menghasilkan limbah, akan kita olah menjadi sesuatu yang berharga. Hal ini tentunya sangat relevan dengan Batam menuju kota baru yang berwawasan lingkungan,” imbuhnya.

IPAL merupakan proyek yang bertujuan untuk mengolah air limbah domestik (tinja, buangan air dari dapur dan cucian pakaian). Instalasi pengolahan air limbah Batam ini, merupakan sistem pemrosesan sanitasi terintegrasi pertama di Indonesia.

Air limbah domestik dari perumahan masyarakat, perhotelan, apartemen, mall dan kegiatan jasa lainnya diolah seluruhnya menjadi air bersih yang nantinya akan dikembalikan ke waduk.

Selain itu, hasil dari pengolahan air limbah domestik itu juga dijadikan sebagai pupuk organik yang akan digunakan untuk penghijauan Kota Batam.

BACA JUGA:  Kontrak Moya Mau Habis, BP Batam Buka Tender Baru, dan Ini Paketnya

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Oktavidwin Tambunan mengatakan, proyek IPAL ini dilaksanakan oleh Hansol selaku kontraktor dan Sunjin selaku konsultan proyek. Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek IPAL ini hanya tinggal 5 hingga 10 persen.

Ia berharap, instalasi jaringan ke 11.000 rumah warga ini bisa dapat segera terlaksana. Sehingga, ia mentargetkan pada awal 2025 mendatang sudah bisa dilakukan uji atau test commissioning (uji fungsi) dari IPAL tersebut.

“Proyek ini merupakan program berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Sebagaimana, Kota Batam sudah direncanakan menuju Batam kota baru yang tentunya harus bisa menjaga kondisi lingkungan,” ujar Binsar.

Ia menambahkan, dalam penyambungan jaringan IPAL ke rumah warga tersebut bukan pekerjaan yang mudah. Tentunya akan ada persoalan-persoalan teknis hingga non teknis yang akan dihadapi di lapangan. Terutama, persoalan posisi septik tank warga hingga keinginan dari warga itu sendiri.

BACA JUGA:  Masuk Destinasi Taman Rusa Cuma Rp5 Ribu, Lho

“Untuk itu, kami akan melakukan sosialisasi hingga survey dari satu perumahan ke perumahan lainnya. Sehingga kegiatan penyambungan ini bisa dilaksanakan dan pelaksanaannya juga efektif,” terangnya.(maq)