Mestalla, Kutukan Abadi bagi Espanyol

Pemain Valencia saat mengeksekusi penalti. Foto: via MD

edisiana.com – Mestalla kembali menjadi stadion yang terkutuk bagi Espanyol.
Seperti kisah lama yang terulang, Los Pericos tumbang di menit terakhir, kali ini akibat penalti kontroversial yang dieksekusi dingin oleh Largie Ramazani, memastikan kemenangan dramatis Valencia dengan skor 3-2.

Laga ini adalah duel sarat emosi dan ketegangan sejak menit awal. Permainan berjalan seimbang, intens, dan penuh adu balas serangan.

Valencia lebih dulu membuka skor di babak pertama lewat Hugo Duro, yang memanfaatkan umpan terobosan presisi dari Lucas Beltrán.

BACA JUGA:  Klub PM Inggris Raih Tiket Promosi ke Premier League

Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda hingga turun minum, meski kedua tim silih berganti menciptakan peluang.

Babak kedua menjadi milik Espanyol. Ramón Terrats akhirnya memecah kebuntuan dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti, mengarah ke sudut kiri bawah gawang setelah menerima assist dari Kike García. Mestalla terdiam.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Eray Cömert kembali membawa Valencia unggul lewat sundulan jarak dekat. Drama belum berakhir.

BACA JUGA:  Argentina The Champion Finalissima

Kesalahan lini belakang tuan rumah dimanfaatkan Espanyol, dan Copete menyamakan skor menjadi 2-2, memanaskan kembali pertandingan.

Espanyol terus menekan di menit-menit akhir. Peluang emas datang lewat Urko González de Zárate, tetapi tembakannya masih mampu diblok barisan pertahanan Valencia yang bertahan mati-matian.

Puncak kontroversi terjadi di menit ke-94. Wasit menunjuk titik putih untuk Valencia—keputusan yang langsung memicu protes keras dari kubu Espanyol. Ramazani, tanpa ragu, mengeksekusi penalti ke tengah gawang. Gol. Tamat.

Kemenangan ini memberi Valencia sedikit ruang bernapas di dasar klasemen, sementara Espanyol kian terpuruk—belum meraih satu pun kemenangan di tahun ini.

BACA JUGA:  Messi Pesta Gol di Los Carmenes

Mestalla sekali lagi berbicara. Dan bagi Espanyol, suaranya selalu menyakitkan.(maq)