edisiana.com – Emirates Stadium berubah menjadi panggung drama murni. Arsenal memastikan tiket semifinal Carabao Cup setelah menaklukkan Crystal Palace 8-7 lewat adu penalti yang bikin jantung copot. Dan sebagai bonus? Derby London panas kembali tersaji—kali ini demi satu tempat di Wembley.
Selasa malam adalah milik The Gunners… setidaknya di babak pertama. Arsenal menggila, menekan tanpa henti, tapi satu tembok berdiri kokoh di bawah mistar Palace: Walter Benítez.
Kiper cadangan itu tampil seperti pahlawan super, menggagalkan peluang demi peluang dengan penyelamatan kelas dunia. Namun sepak bola tak pernah sesederhana itu.
Selepas jeda, Palace bangkit. Tempo berubah, intensitas meningkat, dan laga perempat final ini mendadak seimbang. Arsenal akhirnya memecah kebuntuan ketika Palace gagal menyapu sepak pojok Bukayo Saka—bola justru mengenai Maxence Lacroix dan berakhir sebagai gol bunuh diri dengan 10 menit tersisa. Emirates meledak.
Tapi malam ini menolak berakhir normal.
Saat kemenangan Arsenal sudah di depan mata, Palace melancarkan pukulan telak di menit kelima dari sembilan menit tambahan waktu.
Tendangan bebas Adam Wharton, sundulan cerdas Jefferson Lerma, dan Marc Guéhi muncul sebagai algojo untuk menyamakan skor. Sunyi sesaat. Lalu adu penalti.
Di titik putih, kedua tim tampil dingin: tujuh penendang pertama sama-sama sempurna. Hingga William Saliba membawa Arsenal unggul. Tekanan kini di Palace.
Lacroix maju… dan Kepa Arrizabalaga menebus segalanya dengan satu penyelamatan penentu. Selesai. Drama tuntas.Arsenal melaju. Dan kini, panggung lebih besar menanti.
Mengutip ESPN, Chelsea sudah menunggu di semifinal. Leg pertama akan digelar di Stamford Bridge, 14 Januari, sebelum duel penentuan di Emirates pada 3 Februari. Wembley di depan mata—dan London akan kembali terbakar.(maq)










