edisiana.com – Tunisia akhirnya bisa bernapas lega. Penantian panjang selama 12 tahun itu berakhir di Rabat. Seorang pria menjadi pembeda: Elias Achouri.
Penyerang Copenhagen tersebut menuliskan namanya sebagai pahlawan saat membawa The Eagles of Carthage menaklukkan Uganda 2-1 di laga pembuka Grup C Piala Afrika.
Gol kedua Achouri pada menit ke-26 lahir dari insting predator murni: menyambar bola muntah hasil tembakan keras Ali Abdi yang tak mampu diamankan kiper Salim Magoola.
Tunisia tampil dominan dan percaya diri. Uganda mencoba mengubah arah permainan dengan memasukkan Denis Omedi dan Travis Mutyaba saat jeda.
Namun kenyataan di lapangan kejam: tak satu pun tembakan tepat sasaran tercipta sepanjang pertandingan.
Gol hiburan Uganda baru datang di masa tambahan waktu lewat Omedi—itu pun setelah bola lebih dulu membentur pemain Tunisia dan mengubah arah secara drastis. Terlambat. Terlalu sedikit.
Kemenangan ini langsung mengantar pasukan Sami Trabelsi ke puncak klasemen Grup C, unggul selisih gol atas Nigeria yang sebelumnya menundukkan Tanzania 2-1 di Fes.
Perjalanan belum selesai. Uganda akan menghadapi derbi panas Afrika Timur melawan Tanzania di Rabat, Sabtu mendatang.
Sementara melansir BBC, Tunisia bersiap untuk ujian sesungguhnya: duel raksasa kontra Super Eagles Nigeria di Fes pada malam harinya.
Tunisia telah membuka pintu. Sekarang, mereka ingin lebih.(maq)











