edisiana.com – Real Betis pulang dengan kepala tertunduk. Laga melawan Girona—tim yang musim ini terseok di papan bawah—berakhir hanya dengan hasil 1-1.
Dan itu menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka untuk terus menempel perebutan tiket Liga Champions hingga akhir.
Namun hasil imbang bukanlah satu-satunya awan gelap. Antony menerima kartu merah langsung, insiden yang membuat para pemain dan pendukung Betis terdiam, serta meninggalkan tim dalam posisi genting pada fase krusial pertandingan.
Girona kembali menunjukkan bahwa mereka selalu punya cara untuk menyulitkan Los Verdiblancos.
Untuk musim ketiga berturut-turut, tim Catalan pulang dari Seville dengan membawa poin. Mereka bahkan membuka skor lebih dulu melalui Vanat, yang memanfaatkan celah kecil di pertahanan Betis.
Betis kemudian mengerahkan seluruh daya untuk membalikkan keadaan. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Valentín Gómez menanduk bola dari situasi tendangan sudut untuk menyamakan kedudukan.
Stadion bergemuruh, namun tidak cukup untuk membawa Betis meraih kemenangan yang sangat mereka butuhkan.
Pada akhirnya, satu poin dan kartu merah membuat malam itu terasa jauh dari memuaskan.
Melansir MD, Betis kehilangan kesempatan emas, sementara Girona tetap menjadi duri kecil yang susah dicabut dari perjalanan mereka musim ini.(maq)










