edisiana.com – Mesir membuka langkahnya di Piala Afrika dengan napas tertahan. Sang raja tujuh kali juara harus menunggu hingga momen penentuan untuk menundukkan Zimbabwe 2-1 di Grup B, Senin malam. Dan seperti takdir yang berulang, Mohamed Salah kembali menjadi pahlawan.
Di luar dugaan, Zimbabwe—tim peringkat 129 FIFA—mencuri keunggulan lebih dulu.
Prince Dube membungkam publik dengan sepakan kaki kiri dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kiri bawah. Ia memanfaatkan umpan silang Emmanuel Jalai. Mesir terkejut. Afrika terhenyak.
Tim asuhan Hossam Hassan menggempur tanpa henti, tetapi gol baru lahir di babak kedua.
Omar Marmoush akhirnya membuka kunci pertahanan Zimbabwe setelah menerima bantuan Mohamed Hamdy. Skor imbang, namun waktu terus berjalan dan tekanan makin menyesakkan.
Saat kecemasan mulai merayap, muncullah sang ikon. Mostafa Mohamed menyundul bola ke jalur yang tepat, dan Salah, dengan ketenangan khas bintang Liverpool, mengarahkan bola ke sudut kanan bawah. Gol. Ledakan. Kelegaan.
Mesir menang, tetapi bukan tanpa luka. Menukil MD, menyebutkan total 35 tembakan, 11 tepat sasaran, menjadi bukti betapa kerasnya perjuangan yang harus dilalui.
Sebuah comeback yang sulit, sebuah kemenangan yang mahal—namun langkah awal tetap sempurna.
Di Piala Afrika, Mesir mungkin goyah. Tapi selama ada Salah, harapan tak pernah mati.(maq)










