edisiana.com – Musim yang sudah muram bagi Liverpool kini berubah menjadi mimpi buruk yang menyesakkan. Di Anfield, kandang yang dulu terkenal angker, The Reds justru dihajar 0-3 oleh Nottingham Forest, tim yang beberapa pekan lalu masih berkubang di dasar klasemen.
Dan pertanyaannya pun menggema di seluruh Merseyside: berapa lama lagi Arne Slot bertahan?
Setelah dipermalukan Manchester City, Liverpool datang dengan semangat menebus dosa. Tapi yang mereka temui justru Forest yang hidup kembali di bawah manajer baru Sean Dyche—garang, disiplin, dan tak kenal takut.
Sementara Slot, yang belanja hampir £450 juta musim panas ini, justru melihat timnya makin kehilangan arah.Bahkan keputusan berani Slot memainkan Alexander Isak, rekrutan termahal, tidak membawa apa-apa.
Isak kembali menghilang di lapangan, nyaris tak terlihat, dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-67.
Kepanikan suporter memuncak ketika Forest membuka skor pada menit ke-33. Murillo melepaskan tembakan keras yang menembus Alisson—kiper yang baru pulih dari cedera—dan sunyi seketika menguasai Anfield.
Igor Jesus sempat menggandakan keunggulan, tapi gol dianulir karena handball. Namun kegembiraan Forest hanya tertunda 39 detik setelah babak kedua dimulai.
Neco Williams, mantan pemain Liverpool, menusuk jantung bekas klubnya dengan umpan presisi kepada Nicola Savona, yang menyelesaikannya dengan dingin tepat di depan The Kop. Pukulan telak untuk tuan rumah.
Dan sebagai penutup penderitaan, datanglah gol ketiga. Alisson memang menepis tembakan Omari Hutchinson, tapi bola jatuh ke kaki Morgan Gibbs-White yang tanpa ampun menuntaskan peluang. 0-3, Liverpool tak berkutik.
Menukil BBC, The Reds kini berada di posisi ke-11, setelah kalah enam dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Primer. Sebuah kejatuhan yang tak pernah dibayangkan awal musim.
Sementara itu, Nottingham Forest justru menjauh dari jurang degradasi dan melompat ke posisi 16—malam yang sempurna bagi Dyche dan timnya.
Di Anfield, bunyi yang paling terdengar setelah peluit panjang berbunyi bukan sorak, melainkan bisikan tajam:
“Apakah ini akhir era Arne Slot?”(maq)











