edisiana.com – AC Milan mengamankan kemenangan tipis 2-1 di Derby Milan pada Senin dinihari tadi. Inter kalah di menit-menit terakhir dengan gol sundulan Matteo Gabbia.
Milan memulai pertandingan dengan agresif, menguji kiper Yann Sommer pada beberapa kesempatan.
Tapi akhirnya Christian Pulisic membuka skor untuk Milan pada menit ke-10 lewat usahanya sendiri.
Pemain Amerika itu dengan cekatan menerobos pertahanan Inter, masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang melewati kiper Yann Sommer .
Inter menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Kapten Lautaro Martínez memberi umpan kepada Federico Dimarco yang menemukan ruang di tepi kotak penalti dan melepaskan tendangan keras ke belakang gawang.
Setelah gol penyeimbang Dimarco, Marcus Thuram dari Inter menciptakan peluang yang dengan ahli ditepis oleh rekan senegaranya Maignan, yang berusaha keras untuk menepis tembakan melebar.
Milan menekan ke depan pada awal babak kedua, dengan Rafael Leão mengarahkan sundulan ke arah Sommer, yang berhasil menepis bola sehingga keluar.
Para penggemar Inter menjadi sangat marah beberapa saat kemudian ketika wasit menunjuk titik penalti karena Martinez melakukan handball.
Namun, pemeriksaan VAR menunjukkan bola mengenai bahu pemain Argentina itu, dan wasit membatalkan keputusannya.
Maignan kembali beraksi, menyelamatkan tendangan voli Martinez dan Sommer menunduk untuk menangkis tembakan Tijjani Reijnders dari Milan.
Namun ketika penampilan luar biasa dari kedua penjaga gawang tampaknya akan memastikan pertandingan berakhir imbang.
Reijnders, pemain berdarah Indonesia mengambil tendangan bebas yang mengarah ke Gabbia, yang memastikan kemenangan penting bagi Milan.
“Kami salah pendekatan dan tidak cukup kompak, yang jarang terjadi pada kami. Kami tidak memulai kedua babak dengan sikap yang tepat,” ujar pelatih Inter Simone Inzaghi dikutip dari ESPN pada hari ini.(maq)











