Bola  

Pep Guardiola: Klub Butuh Energi Baru

Pep Guardiola meraih kembali Piala Dunia Antarklub yang sebelumnya pernah juga bersama Barcelona dan Bayern Munich. Foto: via ESPN

edisiana.com – Pep Guardiola mengakhiri eranya bersama Manchester City setelah mengakui bahwa klub membutuhkan energi baru untuk tetap kompetitif, terutama di kerasnya persaingan Premier League.

Dalam pernyataan yang penuh refleksi, pelatih asal Catalan itu menilai satu dekade memimpin City merupakan periode yang sangat panjang bagi seorang manajer di level tertinggi sepak bola Eropa.

“Saya pikir klub membutuhkan manajer baru, energi baru, para pemain luar biasa yang kita miliki saat ini, dan mulai menulis babak baru,” ujar Guardiola dinukil dari BBC pada hari ini, Sabtu.

Mantan pelatih FC Barcelona itu juga mengakui bahwa intensitas pekerjaan sebagai pelatih elite mulai menguras energinya, terutama dengan ritme pertandingan yang tanpa henti.

BACA JUGA:  Viktor Gyökeres Marah pada Sporting, Klaim Janji Transfer Dilanggar

“Saya merasa saya tidak akan memiliki energi yang dibutuhkan untuk setiap hari, setiap tiga hari sekali, berjuang memperebutkan gelar, berada di depan para pemain,” lanjutnya.

Guardiola menegaskan bahwa perubahan adalah sesuatu yang sehat bagi semua pihak setelah 10 tahun berada di ruang ganti yang sama.

“Setelah 10 tahun, ada baiknya untuk berbenah, bergerak, melihat wajah-wajah yang berbeda — ini benar-benar baik untuk semua orang,” tegasnya.

Meski demikian, Guardiola memastikan bahwa keputusannya bukan dipicu tekanan dari klub. Ia bahkan menyebut dirinya masih akan bertahan apabila merasa tetap mampu memberikan level energi yang dibutuhkan.

BACA JUGA:  Barcelona dan PSG Dihantam Badai Cedera Jelang Duel Liga Champions

“Jika saya tidak percaya itu, jika mereka tidak memecat saya, saya akan tetap di sini. Tapi saya pikir ini adalah momen yang sempurna, waktu yang tepat,” terang Pep.

Pelatih berusia 55 tahun itu juga membagikan momen emosional saat menyampaikan keputusannya kepada skuad City pada Jumat pagi. Guardiola mengaku sangat gugup ketika berbicara di depan para pemainnya.

“Saya sangat gugup, lebih gugup dari sebelumnya,” akunya sambil menyebut pidato tersebut sebagai “sebuah bencana”.

BACA JUGA:  Moyes: Laga Terakhir di Goodison Park Akan Jadi Momen Mengharukan

Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Pep Guardiola tengah bersiap menutup salah satu era paling sukses dalam sejarah Manchester City.(maq)