edisiana.com – Hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen menjelang laga penutup yang menegangkan pada Sabtu dini hari, juara bertahan Serie A, Inter Milan, akan melawat ke markas Como dengan harapan merebut kembali takhta dari rival utama mereka, Napoli.
Musim Serie A 2024/25 mencapai klimaks dramatis setelah dua kandidat juara—Inter dan Napoli—tergelincir pekan lalu. Hasil tersebut membuat perburuan gelar tetap terbuka lebar, bahkan dengan kemungkinan penentuan melalui playoff jika hasil akhir berimbang.
Drama ‘Super Sunday’ Serie A akhir pekan lalu memperlihatkan sembilan laga digelar bersamaan, menyajikan ketegangan tinggi hingga peluit akhir. Inter, yang seharusnya bisa merebut kembali puncak klasemen, justru tersandung setelah ditahan imbang 2-2 oleh Lazio di San Siro.
Kini, pasukan Simone Inzaghi dihadapkan pada laga krusial melawan rival sekota di Lombardy, Como, hanya delapan hari sebelum mereka tampil di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Statistik tandang Inter belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Setelah mencatat delapan kemenangan tandang beruntun dengan tujuh clean sheet, Nerazzurri hanya mampu memetik dua kemenangan dari delapan laga tandang terakhir. Situasi ini membuat laga di Stadio Sinigaglia menjadi tantangan nyata.
Melansir Sport Mole, namun secara historis, Inter memiliki rekor dominan atas Como, dengan delapan kemenangan beruntun di liga. Terakhir kali kedua tim bertemu pada Desember lalu, Inter menang 2-0 di San Siro.
Meski begitu, Como bukan tim yang bisa dianggap remeh. Tim promosi ini tampil gemilang sejak awal April dan telah mengamankan tempat di paruh atas klasemen—prestasi luar biasa bagi tim yang baru kembali ke Serie A setelah absen 21 tahun.
Mereka kini bertengger di posisi ke-10 dengan 49 poin, dan berpeluang menyamai rekor Verona sebagai tim promosi dengan 50 poin pada 2014.
Hasil imbang 1-1 kontra Hellas Verona di laga sebelumnya memperlihatkan ketangguhan skuad asuhan Cesc Fabregas, pelatih muda yang semakin dikagumi.
Didukung oleh pemilik ambisius di bursa transfer, Como menjelma menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di Serie A.
Terlebih lagi, mereka sedang dalam performa kandang yang impresif—tiga kemenangan beruntun dan hanya kebobolan satu gol. Di bawah sorotan penuh, Como kini bisa menjadi batu sandungan terakhir bagi Inter Milan dalam upaya mempertahankan mahkota Serie A mereka.(maq)









