Sturm Graz Tak Berkutik di Rotterdam, Tiga Gol Tanpa Ampun

Pemain Feyenoord merayakan kemenangan atas Bayern Munich. Foto: via ESPN

edisiana.com – Feyenoord menjadikan malam Rotterdam sebagai panggung kekuasaan. Sturm Graz datang, bertahan… lalu tumbang. Tiga gol tanpa balas, kemenangan mudah, dan pesan jelas: Feyenoord terlalu besar untuk ditahan.

Gol pembuka datang kilat. Menit ke-5. Sepak pojok Anis Hadj Moussa melayang presisi, dan Tsuyoshi Watanabe muncul tanpa penjagaan.

Sundulan keras dari tengah kotak penalti, bola meluncur ke sudut kiri atas. Stadion meledak. Sturm terpukul sejak dini.

BACA JUGA:  Ronaldo Dapat Hadiah Jam Senilai Rp1,7 M

Permainan sepenuhnya milik wakil Belanda. Feyenoord mengontrol tempo, menekan, dan memaksa lawan bertahan total. Namun hingga turun minum, hanya satu gol yang tercipta. Dominasi belum terbayar penuh.

Babak kedua dimulai dengan satu arah. Feyenoord menaikkan intensitas, peluang demi peluang tercipta. Pertahanan Sturm sempat bertahan, tapi hanya soal waktu.

Menit ke-68, hukuman datang. Serangan balik cepat dimotori Sem Steijn, bola disodorkan ke jantung pertahanan. Anis Hadj Moussa menyambutnya tanpa ragu. Tembakan ke sisi kanan gawang. Gol. Klinis. 2-0.

BACA JUGA:  Pendukung City Ancam Boikot Laga Piala Community Shield

Sturm semakin tenggelam. Feyenoord tak mengendur. Jan Plug sempat mencoba peruntungan dari luar kotak penalti usai kombinasi dengan Gonçalo Borges, namun tembakannya melenceng tipis.

Dan penutupnya? Sempurna. Serangan balik cepat di menit akhir. Shaqueel van Persie mengirim umpan matang, Gonçalo Borges menyelesaikannya dengan dingin. Gol ketiga. Tirai ditutup.

Feyenoord menang, meyakinkan dan tanpa drama. Sturm Graz pulang dengan tangan kosong. Rotterdam berpesta.(maq)