edisiana.com – Stadio Olimpico kembali bergemuruh. Roma menuntaskan malam Eropa yang penuh tensi dengan kemenangan 2-0 atas Stuttgart, berkat dua gol Niccolò Pisilli yang menjelma menjadi protagonis utama. Hasil ini mengantar Giallorossi menembus delapan besar klasemen fase grup Liga Europa.
Duel yang berlangsung Kamis malam waktu setempat—atau Jumat dini hari WIB—bukanlah perjalanan tanpa rintangan bagi tuan rumah. Roma langsung menekan sejak peluit pertama, memaksa Stuttgart bertahan dalam intensitas tinggi.
Namun dominasi itu sempat nyaris tak berbuah apa pun, bahkan Stuttgart beberapa kali mengancam lewat transisi cepat. Roma nyaris membuka skor lebih awal lewat Lorenzo Pellegrini.
Sepakan terarahnya ke sudut kanan bawah gawang sudah membuat publik Olimpico berdiri, namun Alexander Nübel masih sigap menepis peluang tersebut.
Momentum akhirnya tiba menjelang jeda. Kelelahan Stuttgart mulai terlihat dan Roma menghukumnya dengan presisi.
Matías Soulé mengirim umpan terobosan tajam yang membelah lini belakang lawan, disambut Niccolò Pisilli yang dingin menaklukkan Nübel. Olimpico pun meledak—1-0 untuk Roma.
Memasuki babak kedua, Stuttgart kembali mencoba mengambil inisiatif seperti di paruh pertama.
Serangan demi serangan dibangun dengan sabar. Peluang emas hadir ketika Finn Jeltsch menyodorkan bola matang di kotak penalti, namun tembakan Deniz Undav digagalkan refleks luar biasa Mile Svilar.
Tak lama berselang, Lorenz Assignon mencoba peruntungan dari sisi kanan kotak penalti setelah menerima umpan Chema Andres. Lagi-lagi Svilar tampil sebagai tembok terakhir Roma.
Saat Stuttgart terus menekan, justru Roma yang memberi pukulan penentu.
Menit-menit akhir menjadi panggung serangan balik cepat yang dipimpin Paulo Dybala. Bola mengalir ke Pisilli, yang tanpa ragu melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas gawang. Gol kedua, dan pertandingan pun terkunci.
Dengan kemenangan ini, Roma kini bertengger di posisi keenam klasemen grup. Tim asuhan Gian Piero Gasperini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket langsung ke babak 16 besar.
Tantangan berikutnya menanti di markas Panathinaikos, tim racikan Rafa Benítez, Kamis depan.
Malam itu di Olimpico, Roma bukan sekadar menang—mereka mengirim pesan: Eropa masih milik mereka.(maq)











