edisiana.com – Olympique Marseille tampil bak badai di Riviera. Lima gol, drama, keributan, dan dominasi total. Itulah sajian Sabtu dini hari ketika tim asuhan Roberto De Zerbi menghancurkan Nice 5-1 dan merebut puncak klasemen Ligue 1, menambah tekanan berat untuk Paris Saint-Germain.
Pertunjukan dimulai cepat. Pierre-Emerick Aubameyang, sang predator abadi, membuka skor di menit ke-11—gol ke-400 dalam kariernya yang menakjubkan! Namun bintang yang paling menyita perhatian justru Benjamin Pavard, sang juara dunia yang tampil luar biasa.
Pavard memaksa kiper Nice Yehvann Diouf melakukan penyelamatan akrobatik, yang berujung pada tendangan sudut. Dari situ, Pavard lagi-lagi memimpin serangan: tendangannya hampir menjadi gol, sebelum Aubameyang menyentuh bola penentu.
Namun badai Marseille tak berhenti di situ. Mason Greenwood, yang sedang berada dalam bentuk terbaik hidupnya, menggandakan keunggulan lewat sepakan yang berbelok arah—gol yang lolos dari hukuman VAR dan memicu kemarahan Nice.
Kekacauan pun meletus: adu dorong antar pemain, bangku cadangan panas, bahkan benda beterbangan dari tribune hingga laga terhenti beberapa menit.
Begitu suasana mereda, Marseille justru semakin menggila.Empat menit babak kedua berjalan, Greenwood kembali merobek gawang Nice dengan tembakan mendatar yang begitu klinis.
Ia kini mengoleksi 31 gol Ligue 1 dalam dua musim—delapan lebih banyak dari pemain mana pun pada periode yang sama. Mesin gol.
Timothy Weah kemudian menambah luka Nice, menutup rangkaian serangan brutal Marseille. Nice hanya bisa membalas lewat sundulan Mohammed-Ali Cho di menit ke-63, sekadar mengurangi rasa malu.
Namun pesta Marseille belum selesai. Aubameyang, yang tampil seperti maestro, memberi umpan matang kepada Paixão, yang mencetak gol kelima—gol penegasan, gol yang membuat Nice runtuh total.
Ketika peluit akhir berbunyi, satu fakta tak terbantahkan: Marseille menduduki puncak klasemen Ligue 1.
Menukil ESPN kini tim asuhan Roberto de Zerbi mengoleksi 28 poin, satu poin di atas sang juara bertahan PSG, yang kini tertekan jelang laga mereka melawan Le Havre malam nanti.
De Zerbi memimpin badai, Marseille mengibarkan bendera perang, dan Ligue 1… kembali terbakar.(maq)











