edisiana.com — Pemain veteran Santi Cazorla berhasil membawa Real Oviedo, klub masa kecilnya, kembali ke LaLig, kasta tertinggi sepak bola Spanyol—untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.
Kepastian promosi ini didapat setelah Oviedo mengalahkan CD Mirandés dalam final play-off LaLiga 2.
Pada leg kedua yang berlangsung Sabtu lalu, Oviedo awalnya tertinggal agregat 2-0. Namun, Cazorla, yang kini berusia 40 tahun, menjadi titik balik kebangkitan tim dengan mencetak gol dari titik penalti di akhir babak pertama. Gol tersebut memicu semangat juang timnya.
Memasuki babak kedua, Oviedo menyamakan kedudukan melalui gol Ilyas Chaira. Kemenangan dramatis akhirnya diraih lewat tendangan jarak jauh Francisco Portillo di masa perpanjangan waktu, yang memastikan promosi bersejarah ke LaLiga.
Sebelumnya, di babak semifinal play-off melawan Almería, Cazorla juga menjadi penentu. Masuk sebagai pemain pengganti, ia mencetak gol lewat tendangan bebas untuk memastikan kemenangan agregat 3-2.
Cazorla adalah produk akademi Real Oviedo, namun harus meninggalkan klub pada 2003 saat mereka dilanda krisis finansial yang menghancurkan sistem pembinaan pemain muda dan membuat tim utama terdegradasi ke divisi ketiga.
Saat Oviedo menghadapi krisis besar lainnya satu dekade kemudian, Cazorla menjadi salah satu dari ribuan suporter dan mantan pemain yang membeli saham klub demi menyelamatkannya dari kebangkrutan.
Karier Cazorla sendiri penuh warna. Ia dua kali menjuarai Piala Eropa bersama timnas Spanyol dan pernah bersinar bersama Arsenal, tampil dalam 180 pertandingan selama enam tahun.
Namun, perjalanan kariernya sempat nyaris terhenti akibat cedera Achilles parah pada 2016. Ia harus menjalani 11 operasi dan sempat diberi tahu oleh dokter bahwa ia mungkin tidak akan bisa berjalan normal lagi—apalagi bermain sepak bola.
Namun, Cazorla tidak pernah menyerah. Kini, hampir dua dekade setelah kepergiannya dari Oviedo, ia kembali sebagai pahlawan, membawa klub masa kecilnya kembali ke puncak kejayaan.(maq)










