edisiana.com – El Clasico terjadi empat hari setelah Madrid menyingkirkan Manchester City melalui adu penalti di Inggris untuk melaju ke semifinal Liga Champions. Dan kini memenangkan El Classico.
“Sejauh ini merupakan musim yang spektakuler dengan semua masalah yang kami hadapi, terutama fisik. Sejauh ini kami telah melakukannya dengan spektakuler,” ujar pelatih Madrid, Carlo Ancelotti dikutip dari ESPN pada hari ini.
Barcelona telah tersingkir sehari sebelumnya oleh Paris Saint-Germain setelah kekalahan di kandang. Kini meninggalkan liga sebagai satu-satunya peluang gelar mereka musim ini.
“Kami telah melakukannya dengan sangat baik. Kami tidak bisa melakukan yang lebih baik lagi. Saya rasa tidak banyak yang mengira kami bisa melakukannya,” tambah Ancelotti.
Ia menambahkan dalam menjamu Barcelona, timnya melakukan transisi. “Dan itulah cara kami membuat skor menjadi 3-2. Barcelona melakukannya dan mereka kehilangan keseimbangan,” ucapnya.
Kiper Andriy Lunin, pahlawan Madrid dalam adu penalti melawan City, dan salah menghitung umpan silang ke area penalti pada gol pertama Barcelona dan gagal menghalau bola di depan gawang pada gol kedua.
Ini adalah kekalahan berat lainnya bagi manajer Barcelona Xavi Hernandez, yang pada bulan Februari mengumumkan bahwa ia mengundurkan diri pada akhir musim yang sulit.
“Sulit untuk menemukan kata-kata untuk itu. Ini adalah akumulasi dari banyak hal. Kami belum berada pada tingkat daya saing yang seharusnya. Dan itu merugikan kami,” kata kiper Barca Marc-Andre ter Stegen.
Gelandang Barcelona Frenkie De Jong meninggalkan lapangan dengan tandu pada akhir babak pertama setelah mengalami cedera pada kaki kanannya. Dia bentrok dengan gelandang Madrid Federico Valverde.(maq)









