edisiana.com – Marco Bezzecchi menutup hari kedua sekaligus rangkaian tes pramusim di Buriram, Thailand, sebagai pembalap tercepat.
Pebalap Italia itu mencatatkan waktu terbaik pada Minggu, mengukuhkan performa solidnya di Sirkuit Chang dan mengirim sinyal kuat menjelang dimulainya musim baru MotoGP.
Bezzecchi tampil konsisten sepanjang sesi. Ia memaksimalkan kondisi lintasan yang lebih bersahabat pada pagi hingga siang hari, sebelum suhu trek meningkat drastis.
Catatan waktunya tak mampu dikejar para rival, sekaligus menempatkannya di puncak daftar kombinasi waktu dua hari pengujian.
Situasi di garasi sebelah berbeda.
Marc Márquez tak bisa menyelesaikan programnya secara penuh setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan sebagian besar sesi kedua.
Pebalap Spanyol itu tengah menjajal paket terbaru bersama Ducati, tepatnya Desmosedici GP26, namun insiden tersebut memaksanya kembali ke paddock lebih cepat dari rencana.
Tim teknis Ducati bergerak cepat mengevaluasi data dan kondisi motor, tetapi waktu yang terbuang membuat Márquez tak mampu memperbaiki catatannya secara signifikan di penghujung hari.
Meski demikian, sumber internal tim tetap tenang dan menilai bahwa fokus utama tes adalah memahami karakter motor, bukan sekadar memburu waktu tercepat.
Di sisi lain, Bezzecchi memanfaatkan situasi dengan sempurna. Selain simulasi time attack yang efektif, ia juga menunjukkan kecepatan balap yang stabil dalam long run.
Sebuah aspek krusial untuk menghadapi panas ekstrem di Thailand yang kerap menjadi faktor penentu.
Hasil di Buriram memang bukan penentu segalanya, tetapi performa Bezzecchi memberi pesan jelas: ia siap menjadi salah satu protagonis musim ini.
Sementara itu, melansir MD, Márquez dan Ducati masih memiliki pekerjaan rumah, memastikan segalanya siap sebelum lampu start benar-benar padam pada seri pembuka nanti.(maq)










