edisiana.com – Akhir penantian panjang itu tiba di The Valley. Charlton Athletic menumbangkan Oxford United 1-0 dan memutus kutukan enam laga tanpa kemenangan di Championship. Satu gol, satu ledakan emosi, dan tiga poin yang terasa seperti emas.
Oxford datang dengan beban berat. Tim asuhan Gary Rowett hanya meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir, dan malam Sabtu kembali menjadi mimpi buruk bagi mereka.
Charlton tampil lebih hidup sejak awal. Di babak pertama, Olaofe dan Sonny Carey memaksa Jamie Cumming bekerja keras.
Carey, khususnya, menjadi duri di sisi kiri, terus meneror pertahanan Oxford dan memantik gairah publik tuan rumah.
Oxford sempat bangkit selepas jeda.
Bola-bola mati menjadi senjata mereka. Michal Helik dua kali nyaris memecah kebuntuan, tetapi keberuntungan tak berpihak pada tim tamu.
Momen penentu datang dari bangku cadangan.
Masuknya Campbell pada menit ke-73 mengubah segalanya. Pemain 22 tahun itu menghadirkan kecepatan, keberanian, dan arah baru dalam serangan Charlton.
Menggantikan Rob Apter, Campbell langsung memberi dampak. Sentuhan cerdasnya membuka ruang, dan Kelman tak menyia-nyiakannya. Satu tembakan, satu gol, The Valley meledak.
Oxford mencoba segalanya di menit-menit akhir. Serangan bertubi-tubi, sepak pojok beruntun di masa tambahan waktu. Namun pertahanan Charlton bertahan dengan hati dan disiplin.
Tak ada celah. Tak ada ampun.
Peluit akhir berbunyi. Menukil BBC, Charlton kembali merasakan kemenangan—baru yang kedua sejak akhir Oktober. Dan di The Valley, harapan akhirnya hidup kembali.(maq)









