edisiana.com – Pengadilan banding di Barcelona, Spanyol akhirnya melepaskan Dani Alves usai memberikan uang jaminan sebesar €1 juta ($1,1 juta).
Mantan pemain Barcelona itu, didakwa melakukan pelecehan seksual bulan lalu. Ia dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara, yang mana ia telah menjalani hukuman selama lebih dari satu tahun.
Agar Alves bisa dibebaskan, ia harus menyerahkan paspor Brasil dan Spanyol, selain memberikan jaminan, dan dilarang meninggalkan negara tersebut.
Dia juga tidak boleh berada dalam jarak 1.000 meter (3.280 kaki) dari korban atau mencoba berkomunikasi dengannya, dan dia harus melapor setiap mingguan ke pengadilan.
Pengacara korban, Ester García, mengungkapkan kekecewaannya atas putusan tersebut. “Saya benar-benar tidak puas dengan keputusan ini. Kami akan mengajukan banding karena kami yakin itu tidak sesuai dengan hukum,” kata Garcia seperti dikutip dari ESPN pada hari ini.
“Keadilan ditegakkan bagi orang-orang kaya. Sungguh memalukan jika mereka membebaskan seseorang karena mereka bisa mendapatkan €1 juta dalam waktu singkat,” tambahnya.
Pengacara Alves, Inés Guardiola, menjamin Alves tidak akan melarikan diri dari negara tersebut atau menghancurkan barang bukti. Sedangkan mantan pemain Barcelona itu muncul melalui tautan video menegaskan bahwa dia tidak akan melarikan diri dan siap menyerahkan paspornya.
Sementara itu, Jaksa menuntut hukuman sembilan tahun penjara, dengan keluhan bahwa hukuman penjara empat setengah tahun pada bulan Februari tidak cukup untuk hukuman atas kejahatan yang dilakukan.
Alves dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di klub malam Barcelona pada tahun 2022. Dalam penyelidikan selama 13 bulan, Alves berada di penjara praperadilan preventif dan persidangan tiga hari bulan lalu.
Selama persidangan, bukti-bukti didengarkan dari teman dan sepupu korban, teman Alves yang bersamanya pada malam kejadian, petugas polisi yang merawat wanita tersebut dan psikolog forensik yang memeriksanya.
Polisi mengatakan korban sangat terguncang dan telah dianiaya secara seksual oleh Alves. Saksi ahli psikolog memberikan kesaksian bahwa dia menderita gejala pasca-trauma.
Tapi dibantah oleh ahli dari luar yang dipanggil oleh pihak pembela. Sementara itu, Alves selalu bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah.
Tapi anehnya keterangannya berubah – ubah hingga akhirnya mengatakan bahwa ia memang berhubungan seks dengan korban. Dalam pengakuannya, ia berbohong untuk menyembunyikan perselingkuhannya kepada istrinya. Tapi kemudian menambahkan saat melakukan dia sedang mabuk.(maq)
Bayar Jaminan €1 Juta, Eks Barca Bebas dari Penjara











