DRAMA THE VALLEY! Charlton vs Oxford: Duel Luka, Duel Harga Diri

Harris merayakan gol kemenangan untuk Oxford United. Foto: via BBC

edisiana.com – Malam Sabtu di The Valley bukan sekadar laga Championship. Ini pertarungan dua tim yang sama-sama terluka, dua kubu yang butuh kemenangan seperti udara.

Charlton Athletic membuka pintu kandang untuk Oxford United, dan satu hal pasti: kalah bukan opsi.

Oxford datang dengan beban berat. Hanya satu kemenangan dari sembilan laga terakhir. Terpuruk. Tertekan. Terjepit.

The U’s kini berada peringkat ketiga dari bawah, hanya satu poin dari zona aman. Catatan mereka musim ini bicara jelas: 4 menang, 7 imbang, 10 kalah. Angka yang menjerit.

BACA JUGA:  Betis Terpeleset di Toumba, Kadang PAOK

Klub milik Erik Thohir, Ketua PSSI, bahkan sudah tiga laga tanpa kemenangan sejak menundukkan Ipswich Town 2-1 di akhir November. Kini, misi mereka jelas: mencuri poin di kandang lawan.

Tapi sejarah tandang tak ramah—kemenangan tandang terakhir terjadi 25 Oktober, saat menumbangkan Sheffield Wednesday.

Namun, Oxford punya senjata rahasia: rekor head to head. Lima kemenangan dari tujuh pertemuan terakhir melawan Charlton.

The Valley? Bukan tempat angker bagi mereka. Bukti paling kejam: menang 4-0 (Februari 2022) dan 2-1 (Januari 2024).

BACA JUGA:  Tuchel Ingin Bawa Kovacic dan Mendy ke Bayern

Di sisi lain, Charlton berusaha bangkit. Lima poin di atas zona merah, Addicks mencari napas setelah imbang 1-1 di laga terakhir. Kemenangan terakhir? 4 November, saat menjungkalkan West Brom. Terlalu lama.

Pasukan Nathan Jones punya alasan percaya diri. Empat dari enam kemenangan Championship mereka datang di The Valley. Kandang masih menjadi benteng.

Tapi ada duri yang mengganggu: tujuh laga beruntun tanpa kemenangan atas Oxford sejak terakhir menang 2-0 pada Oktober 2020.

Malam ini, angka bertabrakan. Sejarah menantang. Tekanan memuncak.
The Valley siap bergemuruh. Siapa yang selamat? Siapa yang tenggelam? Championship selalu kejam.(maq)