edisiana.com – AS Roma gagal mempertahankan keunggulan saat menjamu juara bertahan Inter Milan dalam lanjutan Serie A. Sempat unggul dua gol, Giallorossi akhirnya harus puas berbagi angka setelah laga berakhir 2-2.
Bermain di Stadion Olimpico, Roma tampil penuh percaya diri. Tuan rumah mampu menguasai permainan sejak menit-menit awal dan langsung memberikan tekanan kepada pertahanan Inter.
Hasilnya, Roma membuka keunggulan pada menit keenam. Bermula dari sundulan Nahuel Molina, bola jatuh ke kaki Manu Koné. Gelandang asal Prancis itu langsung melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang Inter.
Roma semakin nyaman setelah Koné kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, ia melepaskan tembakan ke arah tengah atas gawang setelah menerima umpan dari Gianluca Mancini.
Unggul 2-0 membuat Roma berada di atas angin. Namun, Inter menunjukkan mental juaranya.
Memasuki menit pertama babak kedua, Lautaro Martínez memperkecil ketertinggalan Inter. Gol tersebut berawal dari serangan balik yang dibangun Marcus Thuram.
Thuram kemudian memberikan umpan kepada Martínez. Tanpa membuang kesempatan, striker asal Argentina tersebut melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang Roma.
Inter semakin berani menekan setelah memperkecil ketertinggalan. Thuram bahkan nyaris mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan. Namun, kiper Roma Mile Svilar bergerak cepat dan berhasil mengamankan bola.
Upaya Inter akhirnya membuahkan hasil. Martínez kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Roma.
Memanfaatkan umpan dari situasi sepak pojok, Martínez sukses mencetak gol keduanya sekaligus mengubah skor menjadi 2-2.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada lagi gol yang tercipta. Roma harus rela kehilangan keunggulan dua gol dan berbagi satu poin dengan Inter.
Hasil imbang tersebut membuat persaingan di papan atas Serie A semakin ketat. Roma tetap berada di puncak klasemen dengan koleksi 13 poin, jumlah yang sama dengan Inter Milan. Kedua tim hanya dipisahkan oleh selisih gol.(maq)











