edisiana.com – Manchester City marah saat dibobol tim tamu. Tim besutan Pep Guardiola lalu mengamuk di Etihad pada dinihari tadi. Red Star dibantai empat gol. Tapi cuma tiga gol yang disahkan.
Laga dibuka dengan seperti biasa. City langsung melakukan penguasaan bola.Terutama di lini tengah dalam menghadapi juara Serbia Red Star Belgrade.
Red Star bukan klub sembarangan. Mereka pernah menang Piala Eropa sendiri pada tahun 1991. Makanya terkadang Red Star memberikan ancaman kepada tim tuan rumah.
Dan menjelang babak pertama berakhir mereka menekan. Melalui
Osman Bukari usaha mereka membuahkan hasil. Skor pun 1-0.
Gol itulah mematik The Sky Blue murka. Kurang dari dari 90 detik City menyamakan kedudukan di babak kedua dimulai. Alvarez berlari menyambut umpan balik Erling Haaland, mengecoh kiper Red Star Omri Glazer dengan tipu muslihat yang luar biasa.
Dengan memasukkan bola ke gawang dari sudut sempit sambil tetap berlari dengan kecepatan penuh.
Alvarez juga merusak penampilan Glazers yang luar biasa itu menggandakan gol. Ketika menit ke-60 ia hendak melepaskan tendangan bebas Alvarez dari bahaya. Tapi ia hanya mendapat sedikit sentuhan pada bola yang tidak mengalihkannya dari sudut jauh.
Gol terakhir dari Rodri. Pemain Spanyol musim lalu menciptakan upaya bersejarah yang mengamankan trofi melawan Inter Milan pada bulan Juni. Gelandang ini memastikan City menang dengan mencetak gol ketiga mereka saat ia maju tanpa terkendali ke dalam kotak Red Star. Rodri mengarahkan tembakan tepat ke sudut bawah.
City terus menggendor pertahanan lawan. Dalam upaya yang dilakukan kapten Kyle Walker dan membobol gawang Glazer. Sayang VAR menyatakan offside.
Tuan rumah pantas mendapatkan kemenangan. Sebab melansir BBC, pada peluit akhir mereka telah mengumpulkan 77 persen penguasaan bola dan melepaskan 37 tembakan luar biasa dibandingkan tiga tembakan Red Star.(maq)
City Kalahkan Juara Eropa 3-1











