Bola, Seleb  

Fofana Tuding Hancurnya Chelsea karena Sering Ganti Pelatih

Fofana tertunduk setelah tim mengalami kekalahan berturut-turut bersama manajer barunya, Frank Lampard. Foto: Getty via Daylimail

edisiana.com – Wesley Fofana, salah satu bintang yang tidak sesuai dengan ekspetasi pembeliannya. Tampil kurang cermelang bersama klubnya Chelsea.

Bek Prancis adalah salah satu pembelian besar yang dilakukan oleh pemilik co-controlling baru Todd Boehly. Nilainya £ 70 juta yang dibeli dari Leicester pada awal musim ini.

Dia bisa menghapus jejak debut jeleknya, jika mereka memenangkan tiga pertandingan tersisa. Yakni melawan Manchester City, Manchester United, dan Newcastle.

Kemudian melawan rival London barat Fulham. The Blues siap untuk finis di paruh bawah klasemen untuk pertama kalinya dalam 27 tahun. 

Fofana mengakui betapa sulitnya musim pertamanya di London barat, dan memberikan wawasan tentang ruang ganti klub. 

“Sulit bagi semua orang karena Anda melihat Chelsea dalam posisi ini, dan pastinya semua orang tidak senang,” kata bek tengah itu dikutip dari Daylimail pada Sabtu ini.

“Tapi ini sepak bola. Beberapa musim, Anda baik. Beberapa musim, Anda buruk. Semua orang tetap fokus untuk musim depan sekarang, untuk berlatih lebih banyak dan mendorong lebih banyak untuk kembali ke level tinggi,” imbuhnya menjelaskan.

Tim asuhan Frank Lampard akan bermain dì Etihad pada hari Minggu besok. Di saat persiapan untuk memberi tuan rumah guard of honour (penghormatan) untuk gelar kelimanya.

Para pemain Pep Guardiola dapat mengklaim liga dengan kemenangan atas Chelsea, tetapi jika Arsenal kalah melawan Nottingham Forest pada Sabtu ini.

Dan akan mempertahankan gelar ketiga berturut-turut selama tiga musim. Dominasi City di akhir musim ini membuat keruntuhan Chelsea sangat melegakan.

The Blues secara mengejutkan tertinggal 42 poin dari tim yang mereka hancurkan di Liga Champions dua tahun lalu. 

Pemain bintang, Erling Haaland, telah mencetak jumlah gol Premier League yang sama dengan Chelsea di kompetisi ini sepanjang musim. 

“Yang pasti, itu menyakitkan. Chelsea adalah klub besar di Inggris dan Eropa. Tertinggal poin di belakang City, atau Arsenal, dan itu sulit, karena klub ini adalah saingannya,” lanjut Fofana.

Bagi Fofana, situasi tersebut muncul sebagai akibat dari tindakan kolektif, bukan satu faktor tunggal. Pemilik baru datang, pemain baru datang, pelatih baru. Di Premier League, setiap tim kuat dan tidak punya waktu. Apalagi juga bermain di Liga Champions, jadi itu sulit,” ungkapnya.(maq)

BACA JUGA:  Eriksson Yakin Arsenal Juara Musim Ini