edisiana.com – Manchester City tidak menunggu lebih lama. Saat badai cedera menghantam lini belakang, Marc Guéhi datang sebagai jawaban.
Bek tengah Inggris itu resmi direkrut dari Crystal Palace dengan biaya awal £20 juta plus bonus, dan langsung menandatangani kontrak lima setengah tahun hingga 2031.
City bergerak cepat, tegas, dan tanpa ragu. Guéhi, 25 tahun, tiba di Manchester pada hari Minggu, menjalani tes medis, lalu meneken kontrak yang membawanya ke Stadion Etihad.
Sebuah langkah darurat—namun penuh perhitungan—di tengah absennya Josko Gvardiol, Rúben Dias, dan John Stones.
Debutnya harus menunggu. Guéhi tak bisa tampil di Liga Champions kontra Bodø/Glimt, tetapi panggung Premier League sudah menantinya. Laga melawan Wolves, Sabtu nanti di Etihad, bisa menjadi perkenalan pertamanya dengan seragam biru langit.
“Saya sangat senang dan sangat bangga menjadi pemain Manchester City,” ujar Guéhi dikutip dari ESPN pada hari ini.
“Ini terasa seperti puncak dari semua kerja keras saya. Saya sekarang berada di klub terbaik di Inggris, dengan skuad yang luar biasa.”
Bek yang besar di akademi Chelsea itu menegaskan ambisinya: berkembang, belajar, dan membuktikan diri di bawah tuntutan tertinggi.
“Sepak bola telah memberi saya begitu banyak. Bisa melanjutkan perkembangan saya di Manchester City adalah momen yang sangat istimewa bagi saya dan keluarga saya. Saya tidak sabar untuk memulai.”
Di balik layar, City sebenarnya sudah lama mengincar Guéhi. Sumber internal menyebutkan bahwa para petinggi klub telah memutuskan mengejarnya sejak musim panas lalu, saat ada peluang ia meninggalkan Selhurst Park. Cedera beruntun di jantung pertahanan kini mempercepat segalanya.
Guéhi pun menjadi rekrutan kedua City di bursa Januari, setelah sebelumnya klub memecahkan pasar dengan mendatangkan Antoine Semenyo dari Bournemouth senilai £64 juta.
Pesannya jelas: City tidak panik, tapi City selalu siap. Dan kini, Etihad punya tembok baru.(maq)











