edisiana.com – Kobbie Mainoo berada di pusat badai. Chelsea, West Ham, dan Napoli disebut-sebut terus memantau situasi sang gelandang muda Manchester United dalam beberapa pekan terakhir. Minat datang dari berbagai penjuru Eropa, meski Setan Merah bersikeras tidak akan melepas permata akademinya pada bursa Januari.
Namun, di balik sikap tegas United, awan gelap menggantung di masa depan Mainoo di Old Trafford.
Legenda Inggris, Alan Shearer, melontarkan pernyataan pedas. Menurutnya, kepergian Mainoo justru bisa menjadi solusi terbaik—bagi sang pemain dan bagi Manchester United.
“Jelas manajer tidak menyukai Kobbie Mainoo. Dari luar, terlihat bahwa kepindahan akan lebih baik untuk semua pihak,” ujar Shearer kepada Daily Express.
Shearer menegaskan bahwa ini bukan cerita baru di Theatre of Dreams.
“Ini bukan pertama kalinya kita melihat pemain Manchester United tidak sesuai dengan keinginan manajer. Dia tidak ragu untuk menyingkirkan mereka, meminjamkan, atau menjual mereka. Dan sepertinya itulah yang akan terjadi pada Mainoo.”
Kata-kata itu semakin memperbesar tanda tanya: apakah Mainoo hanya korban berikutnya dari revolusi United?
Pelatih Rúben Amorim sendiri tak menampik bahwa kesempatan Mainoo musim ini sangat terbatas. Namun, ia membela keputusannya.
“Saya melihat dia sebagai pemain inti, sama seperti pemain lainnya,” kata Amorim.
“Saya hanya perlu membuat pilihan. Dan pada akhirnya, bukan Kobbie yang terpilih.”
Kalimat singkat, namun penuh makna.
Di Old Trafford, masa depan Mainoo kian dipertanyakan. Sementara itu, dari London hingga Napoli, pintu tampaknya mulai terbuka.
Drama baru Manchester United baru saja dimulai.(maq)









