Burgos Menggila, Getafe Tersingkir: Malam Copa yang Penuh Keajaiban

Nico William saat melewati dua pemain Ourense. Foto: via MD

edisiana.com – Copa del Rey kembali menghadirkan kisah klasiknya: yang kecil bermimpi, yang besar tumbang. Kali ini, Burgos menjadi algojo kejam bagi Getafe. Tim asuhan José Bordalás dihancurkan 3-1, dan harapan tampil meyakinkan di Copa langsung runtuh di El Plantío.

Malam itu menjadi milik Iñigo Córdoba. Dua gol, dua ledakan emosi, dan satu penampilan yang akan lama dikenang. Bagi Córdoba, ini bukan sekadar pertandingan—ini mimpi yang menjadi nyata.

Seperti dilaporkan MD, Stadion El Plantío bergemuruh. Suasana meledak oleh euforia, oleh keyakinan bahwa keajaiban masih mungkin terjadi.

BACA JUGA:  Mantan Tangan Kanan Guardiola Menolak Isu Jadi Penerus di Etihad

Burgos kini menatap babak 16 besar dengan dada dibusungkan, berharap undian mempertemukan mereka dengan salah satu raksasa Spanyol. Copa del Rey kembali hidup.

Athletic Bertahan di Tengah Badai

Di laga terpisah, cerita berbeda terjadi. Tidak ada pesta besar, tidak ada hujan gol. Hanya perjuangan, ketegangan, dan hujan yang tak berhenti mengguyur. Athletic Bilbao menyingkirkan Ourense CF dengan skor tipis 1-0.

Ourense—tim yang sebelumnya mengejutkan Copa dengan menumbangkan lawan-lawan besar lewat perpanjangan waktu—akhirnya harus terbangun dari mimpi indahnya. Jumat dini hari menjadi akhir perjalanan mereka.

BACA JUGA:  Lens Duduki Puncak Setelah 21 Tahun Berkat PSG Terpeleset

Gol tunggal Jauregizar beberapa saat sebelum berakhirnya babak pertama perpanjangan waktu menjadi pembeda. Sebuah sentuhan yang cukup untuk membawa The Lions melangkah maju.

Namun jangan salah. Athletic tidak melenggang dengan mudah. Ourense memaksa mereka bekerja hingga batas akhir, berjuang di tengah hujan deras yang mengubah laga menjadi ujian mental dan fisik.

Copa del Rey tidak pernah kehabisan cerita. Di satu tempat, mimpi baru lahir. Di tempat lain, mimpi harus berakhir. Dan Spanyol kembali jatuh cinta pada turnamen ini.(maq)