edisiana.com – Ledakan kejutan datang dari Karibia. Steve McClaren akhirnya mengakui kegagalannya membawa Jamaika kembali ke Piala Dunia, setelah ditahan imbang tanpa gol di Kingston oleh tim kecil yang kini menjadi raksasa baru: Curacao.
Yakni, negara mungil yang baru 14 tahun berdiri dan kini mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke pentas terbesar sepakbola dunia.
McClaren pun mengundurkan diri tak lama setelah laga berakhir. Jamaika membutuhkan kemenangan untuk mengulang memori 1998. Namun even drama penalti di masa tambahan — yang akhirnya dianulir VAR — tak mampu menyelamatkan Reggae Boyz dari kejatuhan yang menyakitkan.
Advocaat, Sang Pelatih Gaek Pecahkan Rekor Dunia
Di sisi lain, dongeng Curacao dipimpin dari jauh oleh sosok legendaris: Dick Advocaat. Meski absen karena urusan pribadi, pelatih Belanda itu akan tiba di Piala Dunia sebagai pelatih tertua sepanjang sejarah, 78 tahun, memecahkan rekor Otto Rehhagel saat menangani Yunani di 2010 pada usia 71 tahun.
Negara Mini, Ambisi Besar
Curacao — pulau kecil hanya 37 mil dari pesisir Venezuela — baru menjadi negara dalam Kerajaan Belanda pada 2010 setelah bubarnya Antillen Belanda.
Sepuluh tahun lalu, mereka terlempar di peringkat 150 FIFA. Kini? Mereka meroket ke posisi 82, dan melonjak langsung ke panggung dunia.
Format Piala Dunia 2026 yang diperluas menjadi berkah bagi mereka. Curacao resmi menjadi debutan keempat di turnamen musim panas mendatang, bersama Tanjung Verde, Uzbekistan, dan Yordania.
Gelandang andalan Juninho Bacuna tak bisa menahan emosinya jelang duel bersejarah itu.
“Ini gila dan akan menjadi salah satu hal terbesar yang akan terjadi pada Curacao,” ujar Bacuna dikutip dari BBC pada hari ini.
“Ini luar biasa dan menakjubkan. Beberapa tahun lalu, hal seperti ini bahkan tak terpikirkan. Bisa menjadi bagian dari mimpi ini… luar biasa,” tambah mantan pemain Rangers itu.
Curacao, dengan populasi kecil dan sejarah baru, kini mencetak bab bab baru dalam sepakbola dunia. Sebuah kisah yang yang menyebutnya: dongeng paling panas menuju Piala Dunia 2026.(maq)










