Ronaldo Membuat Masalah Seperti Van Nistelrooy Kala di MU

504
Cristiano Ronaldo membuat penyelamatan dan mencetak gol. Foto: Getty

Bola, edisiana.com Masalah Manchester United seakan tiada kesudahan. Selesai masalah pelatih, datang masalah baru cederà dan covid. Selesai. Kini pun hadir lagi masalah Harry Maguire dan Ronaldo yang rebutan menjadi kapten tim. 

Seperti dilansir The Mirror memberitakan pada Kamis malam bahwa Ronaldo dan Maguire terlibat dalam perebutan ban kapten di Old Trafford. Kala di rumah ganti seolah-olah

kehadiran Ronaldo sebagai kapten Setan Merah. Meskipun Maguire berperan sebagai kapten.

 Maguire merasa terpinggirkan  di dalam ruang ganti. Bahkan kabarnya pelatih Ralf Rangnick

BACA JUGA:  Indonesia Tampil Mengejutkan, Kalahkan Australia

telah memutuskan untuk melepaskan ban kapten dari Maguire, sehingga Ronaldo mengambil alih.

Laporan dari Jerman mengatakan Maguire dan Rashford marah dengan tingkat pengaruh Ronaldo di klub. Mereka merasa pemain berusia 36 tahun itu ingin menjalankan sesuatu dengan caranya sendiri.

Namun, melalui Twitter Jumat kemarin, Maguire menepis laporan itu. Dia menegaskan dia memimpin skuadnya bersama-sama.

Jimmie Carragher menilai Manchester United akan melakukan kesalahan jika tetap mempertahankan Ronaldo. Sebab ini akan menjadi masalah lebih besar untuk mempertahankannya musim depan.

“Keberatan saya tentang penandatanganan Ronaldo yang pertama kali saya ungkapkan musim panas lalu, tidak mencerminkan bakat dan karirnya,” ujar Caraggher seperti dikutip dari Metro Sport pada Jumat kemarin. 

BACA JUGA:  Kata Klopp: Biang Kerok Turunnya Performa Liverpool Karena Badai Cedera

“Ini kontras yang jelas antara keterampilan individu yang dia bawa ke tim saat ini, sebagai pemain berusia 37 tahun, dan bagaimana permainan telah berkembang secara taktis di level tertinggi ke titik di mana tim Eropa terkuat menginginkan profil tertentu dari nomor sembilan, atau dalam beberapa kasus bermain tanpa satu,” tambah mantan bek Liverpool menjelaskan. 

Menurut dia, masalah seperti ini telah terjadi pada pelatih Sir Alex Ferguson pada tahun 2006. Manchester akhirnya menjual salah satu pencetak gol paling produktif di Liga Premier, Ruud Van Nistelrooy. 

BACA JUGA:  Special One Ditawari Pelatih Timnas Portugal dan Bukan PSG

Lantaran dia merasa keinginan pribadi sang striker untuk mencetak gol menghambat kemajuan rekan satu timnya yang lebih muda. 

“Siapa yang menuai hasilnya? Ronaldo, yang berkembang pesat setelah keluarnya Van Nistelrooy,” ujarnya. 

“Itu tidak mengubah fakta bahwa manajer United berikutnya akan menghadapi masalah yang sama seperti Rangnick dalam mencoba membuatnya bahagia,” ucapnya.(maq)

BAGIKAN